SEJARAH E-COMMERCE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

 

SEJARAH E-COMMERCE DAN DAMPAKNYA TERHADAP 

PEREKONOMIAN INDONESIA

 oleh: Damar Cahyo Asmoro (235211085) MBS 3C


            Toko online atau e-comerce adalah sistem yang dibuat untuk memungkinkan orang yang berbisnis melakukan transaksi jual beli melalui internet. Semenjak lahirnya internet, e-commerce berkembang dengan pesat, belanja juga online memebrikan penawaran kemudahan  yang membuat kegiatan berbelanja lebih cepat, lebih  simple, dan lebih efisien, hanya dengan bermodalkan hand phone setiap orang bisa berbelanja kapanpun tanpa harus meluangkan waktu ketoko tempat barang yang diinginkan untuk dibeli. Keamananya pun sudah terjamin, ini menjadikan e-comerce menjadi salah satu cara berbisnis yang paling diminati dikalangan penjual dan pembeli

            Konsep e-commerce ini tercipta pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich, pada saat itu dia menggunakan televisi untuk memasarkan produknya, dia berusaha memperluas bisnisnya mrnggunakan teknologi yang sudah ada,untuk menjangkau konsumen – konsumen yang baru, dan mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan pembeli  untuk membeli produk dari katalog elektronik menggunaka TV. Konsep ini yang kemudian menjembatani pengembang platform e-comerce moderen, yang menggunakan internet sebagai alat untuk menjual produk dan layanan yang mereka jual kepada konsumen yang ada di seluruh penjuru dunia.

            Kemudian pada tahun 1990 ilmuwan komputer asal Inggris yang bernama Tim Barners-Lee mencipakan World Wide Web atau yang lebih dikenal dengan www dan protokol Hypertext Trasnfer Protokol atau HTTP sebagai awal dari perkembangan situs web dan toko online. Ciptaan Tim Barners-Lee memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi secara langsung dari seluruh dunia melalui internet menggunakan bahasa markup seperti CSS (Cascading Style Sheets) dan HTML (Hypertext Markup Language) ini memungkinkanpengguna untuk membuat dan mengakses situs web dari seluruh dunia, menjembatani perkembangan industri e-comerce.

            Setelah itu sebuah toko online pertama didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994 yaitu Amazon.com. pada awalnya Amazon bertujuan hanya menyediakan buku buku yang susah untuk ditemukan dan menyediakan pengiriman ke seluruh penjuru dunia. Amazon berkembang dengan sangat pesat dalam waktu singkat dan mulai menjual produk produk lain seperti DVD, CD, dan berbagai barang elektronik lainya hingga menjadi toko online terbesar di dunia. Inilah yang memicu terjadinya revolusi  e-commerce dan membukakan jalan untuk toko toko oline lainnya  untuk mengikuti cerita sukses mereka.

            Pada tahun 1995 , Setahun kemudian tepatnya, Pierre Omidyar medirikan eBay, yang menjadi salah satu situs lelang terbesar di dunia. Pada awalnya eBay diciptakan untuk menjadi alat penjualan koleksi penciptanya yaitu Pierre Omidyar, tetapi seiring berjalanya waktu eBay berkembang menjadi pasar global utuk berbagai produk dan jasa dari barang keluaran lama hingga teknologi modern. Sistem yang digunakan eBay adalah menggunakan sistem pembelian secara langsung atau lelang, dengan menggunakan sistem pembayaran yang efisien dan aman melalui PayPal yang kemudian dibeli oleh eBay. eBay memberikan cara berbisnis baru dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis yang ada di seluruh penjuru dunia untuk berinteraksi langsung  melalui internet.

            Pada tahun 1997, perusahaan Dell memperkenalkan toko online pertama mereka, dengan ini Dell menjadi salah satu perusahaan yang pertama menjual produknya langsung secara online . Dengan adanya toko online ini, pelanggan dapat membeli produk Dell dari situs web Dell secaralangsung, tanpa mperlu melalui perantara pihak lain. Produk yang ditawarkan  Dell, seperti laptop, desktop, dan aksesoris komputer. Pembeli juga bisa memilih berbagai spesifikasi dari produk yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan yang mereka , sehingga pembeli bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Lahirnya toko online Dell ini menjadi awal dari evolusi e-commerce di industri bidang teknologi.

Di Cina pada tahun 1999, Alibaba didirikan dan kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Jack Ma, pendiri Alibaba,perusaahan ini dimulai dari website B2B (bussines to bussines) yang bertujuan untuk menjadi alat perdagangan antar perusahaan. Seiring waktu, Alibaba berkembangpun menjadi platform e-commerce yang memberikan berbagai layanan, termasuk toko online, pembayaran secara online, dan layanan logistik. Alibaba menjadi sangat viral di Cina dan Asia Tenggara, tempat pelanggan dapat membeli berbagai barang elektronik, makanan ,dan juga pakaian,. Selain itu, Alibaba juga mengelola beberapa platform e-commerce terkenal yang lainya, seperti Tmall dan Taobao.

Pada tahun 2000, meskipun meledaknya gelembung dot-com, sebagian  situs e-commerce masih tetap memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Banyak toko online mulai memberikan  layanan berbelanja online dengan pengiriman yang langsung diantarkan ke rumah pelanggan mereka. Dan salah satu perusahaan pertama yang membolehkan pihak ketiga untuk menjual barang dangangan mereka melalui program marketplace adalah Amazon. Selain itu, eBay memperlebar jangkauan dagangan mereka dengan membeli  Half.com, sebuah situs yang mengutamakan dalam  penjualan barang bekas seperti game, film, musik, dan buku, dengan potongan harga. Namun, di lain sisi, sebgian toko online mendapati kesulitan keuangan dan diprediksi segera gulung tikar, termasuk Pets.com, dan Boo.com

Setelah meletusnya gelombang dot-com pada tahun 2000, pasar e-commerce mulai mengalami penurunan drastis.banyak perusahaan e-commerce mengalami kerugian besar hingga beberapa perusahaaan mengalami gulung tikar. Namun, sebagian e-commerce besar seperti Amazon.com dan eBay berhasil bertahan di tengah krisis ini, dan bahkan berkembang pesat. Pada tahun yang sama, eBay meluncurkan layanan pembayaran secara online yang dinamakan PayPal, yang membolehkan pengguna eBay untuk melakukan transaksi dan menerima uang melalui online dengan cara yang lebih efisien dan aman. Karena kepopuleranya Kesuksesan PayPal ini bahkan melampaui eBay. Layanan ini terus berkembang hingga akhirnya pada tahun 2002 PayPal dibeli oleh eBay, sebelum akhirnya dibelah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri di tahun 2015.

Pada tahun 2002, layanan Google AdWords diluncurkan oleh Google, yang memungkinkan pengiklan menampilkan promosi produk mereka di situs web dan menjangkau pengguna yang lebih luas. Dengan AdWords, pengiklan bisa menargetkan pasar yang tepat sasaran  dan menampilkan promosi mereka di situs-situs yang cocok dengan barang atau jasa yang mereka tawarkan. Ini menyebabkan promosi secara online semakin viral, dan banyak perusahaan mulai menggunakan dari promosi tradisional ke promosi berbasis internet. Jasa ini kemudian menjadi salah satu platform promosi online terbesar dan tersukses di dunia, mengubah lanskap pemasaran digital dan mendorong perkembangan bisnis online di seluruh penjuru dunia.

Pada tahun 2003, WordPress diperkenalkan sebagai platform blog gratis dan terbuka. Platform ini membolehkan peseorangan dan bisnis untuk membuat situs web serta toko online secara gampang, dan segera menjadi salah satu platform paling diminati untuk pembuatan situs web. Platform ini menyediakan berbagai fitur dan plugin yang membolehkan pengguna untuk menyelaraskan desain dan fungsi situs web sesuai keinginan mereka, termasuk untuk te-commerce. Dengan WordPress, pemakai bisa dengan gampang mengunggah produk, mengelola transaksi, dan menjalankan manajemen e-commerce secara efisien dan efektif.

            Pada tahun 2005, YouTube diluncurkan sebagai situs berbagi video online, membawa cara baru untuk mengiklankan barang dan jasa. Di waktu yng singkat, YouTube berkembang menjadi platform yang sangat diminati untuk berbagi, mengunggah, dan menonton vidio dan perusahaan mulai mmenggunakan situs ini untuk menjangkau pengguna yang lebih luas. Untuk keperluan pengiklanan, pelaku bisnis menggunakan YouTube untuk membuat iklan video yang menarik, yang digunakan untuk meengenalkan produk mereka kepada audiens yang lebih besar. Selain itu, YouTube juga menawarkan opsi iklan berbayar yang memungkinkan perusahaan menempatkan iklan promosi mereka di video yang sedang populer untuk  menargetkan penonton yang lebih spesifik.

Pada tahun 2006, Facebook meluncurkan fitur toko onlineyang memberikan peluang bagi pengguna untuk menjual dan membeli barang secara online. Dengan fitur ini menjadikannya salah satu wadah populer untuk bertransaksi secara online melalui Facebook. Melalui Marketplace, pembeli dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka iginkan dan berhubungan langsung dengan pihak penjual melalui fitur pesan di Facebook. Selain itu, fitur ini juga memungkinkan bagi bisnis kecil untuk mengiklankan produk mereka dan memperlebar audiens yang bisa mereka jangkau.

Pada tahun 2008, Apple mengeluarkan App Store, sebuah tempat untuk menjual aplikasi yang dapat diunduh di perangkat Apple seperti iPad dan iPhone. Peluncurannya memberikan kesempatan bagi bisnis dan developer untuk menjual dan mengiklankan produk mereka kepada user Apple secara online, yang menjadi tonggak penting dalam kemajuan e-commerce. Dengan adanya App Store, bisnis dapat menjangkau lebih banyak pengguna , memudahkan mereka untuk membeli, mencari, dan menggunakan produk yang diinginkan, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna Apple dalam berbelanja online. App Store juga mendorong perkembangan  industri aplikasi seluler dan memberikan peluang bagi inovasi lebih lanjut dalam teknologi e-commerce di masa depan.

Di  tahun 2014, salah satu platform e-commerce terbesar di dunia yang didirikan di China pada 1999 Alibaba , mengeluarkan penawaran saham perdana (IPO) yang jumlahnya 25 miliar dolar. IPO mencatakan diri dalam sejarah ini menjadi salah satu yang terbesar, bahkan melampaui IPO yang dikeluarkan oleh Facebook pada 2012. Alibaba telah mengalami perkembangan signifikan selama bertahun-tahun dan terus memperlebar jangkauan globalnya. Peluncuran IPO ini menggambarkan kepercayaan investor terhadap potensi perkembangan sektor toko online dan memberikan dampak yang positif kepada industri secara menyeluruh.

Pada tahun 2018, Amazon membuka toko offline pertama mereka, di Seattle bernama Amazon Go, di Toko ini mengusung konsep self-checkout, yang memfasilitasi konsumen membeli barang tanpa perlu mengantri di kasir. Pelanggan cukup membuka aplikasi Amazon Go di ponsel mereka saat memasuki toko, mengambil barang yang diinginkan, dan langsung keluar tanpa proses pembayaran di kasir. Toko ini dilengkapi dengan teknologi sensor dan kamera canggih yang dapat mendeteksi barang yang diambil oleh pelanggan serta menghitung total biaya belanjaan secara otomatis. Inovasi ini menjadi salah satu terobosan dalam dunia ritel fisik, menggunakan teknologi terkini untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih cepat dan efisien.

Pada tahun 2019, Alibaba mencatatkan penjualan terbesar dalam sejarahnya selama hari belanja online di China yang kemudian dikenal sebagai "Single's Day" atau "11/11". Penjualan yang tercatat pada hari tersebut mencapai $38,4 miliar, meningkat sekitar 26% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan potensi besar industri e-commerce dan semakin memperketat persaingan antara platform e-commerce utama di China. Alibaba menghadapi kompetisi yang semakin sengit dari platform lain seperti JD.com dan Pinduoduo, yang semakin digemari oleh konsumen.

Tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19 yang berdampak besar pada berbagai sisi kehidupan, termasuk dunia ekonomi bisnis dan. Kondisi pandemi ini mempercepat perkembangan e-commerce, karena diberlakukanya pembatasan sosial dan lockdown memaksa orang untuk mencari cara lain dalam berbelanja. Banyak toko offline yang terpaksa tutup untuk sementara waktu, hal ini juga memaksa para penjual untuk beralih dari bisnis offline ke online agar bisnisnya tetap berjalan. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam e-commerce semakin berkembang di tahun ini, seperti penerapan augmented reality dan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan peningkatan  pengalaman dalam berbelanja online. Pandemi ini menunjukkan bahwa e-commerce adalah sektor bisnis yang sangat penting dan diprediksi akan terus berkembang di masa yang akan datang.

Di Indonesia sendiri E-commerce mulai tumbuh pada tahun 1994, ketika Indosat didirikan sebagai penyedia layanan internet komersial pertama di Indonesia. Kehadiran fasilitas ini mendorong pemakai internet dari berbagai sektor, termasuk dalam dunia bisnis online, yang kemudian berkembang menjadi ekosistem e-commerce yang dikenal luas saat ini. Kemudian Dyviacom Intrabumi atau D-Net lahir pada tahun 1996 yang kemudian disebut sebut sebagai pelopor platform jual belionline di Indoensia. Pada saat itu platform hanya sebatas sebagai media pengiklan barang yang ditrawarkan, konsemen tetap harus melakukan transaksi secara langsung atau yang lebih dikenal cash on delivery(COD).

            Secara perlahan tren jual beli online terus berkembang, dan pada tahun 1999, muncul platform Kaskus yang dikenal dengan kanal Forum Jual Beli (FJB)-nya. Pada tahun yang sama, PT Bhinneka Mentari Dimensi, yang  bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak solusi penyuntingan video, distribusi mesin cetak besar ,pusat servis elektronik, dan teknologi informasi (IT), bertransformasi menjadi ritel online untuk produk komputer. Pada saat itu, Bhinneka.com masih menggunakan sistem yang sangat sederhana, bahkan banyak karyawan yang belum familiar dengan internet.

Memasuki awal 2000-an, Lippo Group meluncurkan Lippo Shop, sebuah platform e-commerce. Setahun kemudian, pemerintah mulai merancang undang-undang e-commerce di Indonesia. Pada 2003, Multiply Inc., sebuah perusahaan yang berbasis di Florida, Amerika Serikat, meluncurkan platform multiply.com yang awalnya berfungsi sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto, video, musik, dan blog.

Pada tahun 2005, situs jual beli online Tokobagus diluncurkan dan kemudian berganti nama menjadi OLX pada tahun 2014. Sementara itu, Tokopedia didirikan pada tahun 2009, diikuti oleh Bukalapak yang lahir pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, Blibli, yang berada di bawah naungan grup Djarum, juga mulai beroperasi. Selanjutnya, pada tahun 2012, Lazada Group mulai menjalankan situs e-commerce mereka di Indonesia, diikuti oleh Shopee yang meluncurkan platform mereka pada tahun 2015.

Peerkembangan e-commerce ini memberikan dampak yang positif dan negatif bagi indonesia bagi perekonomian indonesia berikut adalah beberapa dampak positif dari e-commerce:

a.       Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Menurut laman resmi Kominfo, dalam studi eConomy SEA 2022, diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD 77 miliar pada 2022, yang mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen. Dari total tersebut, kontribusi e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai USD 59 miliar dan akan meningkat menjadi USD 95 miliar pada tahun 2025.

b.      Meningkatkan devisa negara

Perkembangan pesat sektor e-commerce memberikan dampak positif bagi pemerintah, salah satunya dengan meningkatkan sektor pajak pertambahan nilai (PPN) ini akan meningkatkan devisa negara.

c.       Meningkatkan konsumsi lokal

E-commerce dapat mendorong peningkatan konsumsi lokal karena menawarkan berbagai pilihan produk dengan efisiensi dan variasi yang lebih banyak. Selain itu, kemudahan dalam bertransaksi secara online juga membantu masyarakat untuk meningkatkan daya beli, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

d.      Menambah lapangan kerja

Di sektor e-commerce menawarkan berbagai kemungkinan pekerjaan baru, seperti developer aplikasi, spesialis pemasaran digital, analis data dan banyak lagi, yang berpotensi mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

e.       Meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM)

E-commerce memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar mereka secara lebih luas. Hal ini dapat meningkatkan daya saing UMKM serta membantu mereka bertahan di pasar yang semakin kompetitif. E-commerce juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam transaksi jual beli, yang kini dapat dilakukan secara otomatis dan lebih cepat, menghemat waktu dan biaya.

Dampak negatif dari e-cmommerce, antara lain:

a.       Meningkatkan perilaku konsumtif yang berlebihan

Belanja online dapat mendorong perilaku konsumtif berlebihan, terutama di kalangan generasi muda. Ini bisa menyebabkan pengeluaran yang tidak terkendali dan berdampak buruk pada kondisi keuangan pribadi, bahkan terkadang seseorang membeli barang tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

b.      Timbulnya persaingan tidak sehat

Persaingan dalam sektor e-commerce sering kali tidak sehat karena adanya kegiatan bisnis yang merugikan, harga yang tidak wajar, seperti penipuan,, dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh kurang jelasnya peraturan mengenai perdagangan online dan sulit untuk diterapkan, yang dapat merugikan konsumen dan pelaku bisnis.

E-commerce telah mengalami perkembangan yang pesat sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich hingga kini menjadi bagian integral dari kehidupan bisnis global. Dimulai dengan penggunaan televisi oleh Aldrich, lalu disusul oleh penemuan World Wide Web oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, yang memudahkan akses ke internet, e-commerce terus berkembang seiring dengan teknologi dan platform yang muncul, seperti Amazon, eBay, dan Alibaba. Dalam perjalanannya, platform e-commerce ini membawa dampak besar terhadap industri perdagangan, memfasilitasi transaksi jual beli dengan lebih efisien, cepat, dan mudah.

Di Indonesia, e-commerce mulai tumbuh sejak 1994 dan berkembang pesat dengan kemunculan berbagai platform, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. E-commerce membawa dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan penerimaan negara melalui pajak, konsumsi domestik yang lebih tinggi, penciptaan lapangan pekerjaan baru, dan akses yang lebih luas bagi UMKM untuk memperluas pasar mereka. Semua ini berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan efisien. Namun, e-commerce juga memiliki dampak negatif, seperti meningkatkan perilaku konsumtif yang berlebihan, persaingan tidak sehat, dan potensi penipuan dalam transaksi online.

Tantangan-tantangan ini memerlukan regulasi yang lebih jelas dan efektif untuk melindungi konsumen dan pelaku usaha dari praktik bisnis yang merugikan. Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan, perkembangan e-commerce memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia dan dunia, dan dengan inovasi serta regulasi yang tepat, dampak negatifnya dapat diminimalkan untuk memaksimalkan potensi sektor ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce