SEJARAH E-COMMERCE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA
SEJARAH E-COMMERCE DAN DAMPAKNYA TERHADAP
PEREKONOMIAN INDONESIA
Toko online atau e-comerce adalah sistem yang dibuat
untuk memungkinkan orang yang berbisnis melakukan transaksi jual beli melalui
internet. Semenjak lahirnya internet, e-commerce berkembang dengan pesat,
belanja juga online memebrikan penawaran kemudahan yang membuat kegiatan berbelanja lebih cepat,
lebih simple, dan lebih efisien, hanya dengan
bermodalkan hand phone setiap orang bisa berbelanja kapanpun tanpa harus
meluangkan waktu ketoko tempat barang yang diinginkan untuk dibeli. Keamananya
pun sudah terjamin, ini menjadikan e-comerce menjadi salah satu cara berbisnis
yang paling diminati dikalangan penjual dan pembeli
Konsep e-commerce ini tercipta pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich, pada saat itu dia
menggunakan televisi untuk memasarkan produknya, dia berusaha memperluas
bisnisnya mrnggunakan teknologi yang sudah ada,untuk menjangkau konsumen –
konsumen yang baru, dan mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan pembeli untuk membeli produk dari katalog elektronik
menggunaka TV. Konsep ini yang kemudian menjembatani pengembang platform e-comerce
moderen, yang menggunakan internet sebagai alat untuk menjual produk dan
layanan yang mereka jual kepada konsumen yang ada di seluruh penjuru dunia.
Kemudian pada tahun 1990 ilmuwan komputer asal Inggris
yang bernama Tim Barners-Lee mencipakan World
Wide Web atau yang lebih dikenal dengan www dan protokol Hypertext Trasnfer
Protokol atau HTTP sebagai awal dari perkembangan situs web dan toko online.
Ciptaan Tim Barners-Lee memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi
secara langsung dari seluruh dunia melalui internet menggunakan bahasa markup
seperti CSS (Cascading Style Sheets) dan HTML (Hypertext Markup Language) ini memungkinkanpengguna
untuk membuat dan mengakses situs web dari seluruh dunia, menjembatani
perkembangan industri e-comerce.
Setelah itu sebuah toko online pertama didirikan oleh Jeff
Bezos pada tahun 1994 yaitu Amazon.com. pada awalnya Amazon bertujuan hanya
menyediakan buku buku yang susah untuk ditemukan dan menyediakan pengiriman ke
seluruh penjuru dunia. Amazon berkembang dengan sangat pesat dalam waktu
singkat dan mulai menjual produk produk lain seperti DVD, CD, dan berbagai
barang elektronik lainya hingga menjadi toko online terbesar di dunia. Inilah
yang memicu terjadinya revolusi e-commerce
dan membukakan jalan untuk toko toko oline lainnya untuk mengikuti cerita sukses mereka.
Pada tahun 1995 , Setahun kemudian tepatnya, Pierre
Omidyar medirikan eBay, yang menjadi salah satu situs lelang terbesar di dunia.
Pada awalnya eBay diciptakan untuk menjadi alat penjualan koleksi penciptanya
yaitu Pierre Omidyar, tetapi seiring berjalanya waktu eBay berkembang menjadi
pasar global utuk berbagai produk dan jasa dari barang keluaran lama hingga
teknologi modern. Sistem yang digunakan eBay adalah menggunakan sistem pembelian
secara langsung atau lelang, dengan menggunakan sistem pembayaran yang efisien
dan aman melalui PayPal yang kemudian dibeli oleh eBay. eBay memberikan cara
berbisnis baru dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis yang ada di seluruh
penjuru dunia untuk berinteraksi langsung
melalui internet.
Pada
tahun 1997, perusahaan Dell memperkenalkan toko online pertama mereka, dengan ini
Dell menjadi salah satu perusahaan yang pertama menjual produknya langsung
secara online . Dengan adanya toko online ini, pelanggan dapat membeli produk
Dell dari situs web Dell secaralangsung, tanpa mperlu melalui perantara pihak
lain. Produk yang ditawarkan Dell,
seperti laptop, desktop, dan aksesoris komputer. Pembeli juga bisa memilih
berbagai spesifikasi dari produk yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan yang mereka
, sehingga pembeli bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan. Lahirnya toko online Dell ini menjadi awal dari evolusi e-commerce
di industri bidang teknologi.
Di Cina pada tahun 1999,
Alibaba didirikan dan kini menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Jack Ma,
pendiri Alibaba,perusaahan ini dimulai dari website B2B (bussines to bussines)
yang bertujuan untuk menjadi alat perdagangan antar perusahaan. Seiring waktu,
Alibaba berkembangpun menjadi platform e-commerce yang memberikan berbagai
layanan, termasuk toko online, pembayaran secara online, dan layanan logistik.
Alibaba menjadi sangat viral di Cina dan Asia Tenggara, tempat pelanggan dapat
membeli berbagai barang elektronik, makanan ,dan juga pakaian,. Selain itu,
Alibaba juga mengelola beberapa platform e-commerce terkenal yang lainya,
seperti Tmall dan Taobao.
Pada tahun 2000, meskipun meledaknya
gelembung dot-com, sebagian situs
e-commerce masih tetap memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Banyak toko online
mulai memberikan layanan berbelanja
online dengan pengiriman yang langsung diantarkan ke rumah pelanggan mereka.
Dan salah satu perusahaan pertama yang membolehkan pihak ketiga untuk menjual
barang dangangan mereka melalui program marketplace adalah Amazon. Selain itu,
eBay memperlebar jangkauan dagangan mereka dengan membeli Half.com, sebuah situs yang mengutamakan dalam
penjualan barang bekas seperti game, film,
musik, dan buku, dengan potongan harga. Namun, di lain sisi, sebgian toko
online mendapati kesulitan keuangan dan diprediksi segera gulung tikar,
termasuk Pets.com, dan Boo.com
Setelah meletusnya gelombang
dot-com pada tahun 2000, pasar e-commerce mulai mengalami penurunan
drastis.banyak perusahaan e-commerce mengalami kerugian besar hingga beberapa
perusahaaan mengalami gulung tikar. Namun, sebagian e-commerce besar seperti
Amazon.com dan eBay berhasil bertahan di tengah krisis ini, dan bahkan
berkembang pesat. Pada tahun yang sama, eBay meluncurkan layanan pembayaran secara
online yang dinamakan PayPal, yang membolehkan pengguna eBay untuk melakukan
transaksi dan menerima uang melalui online dengan cara yang lebih efisien dan
aman. Karena kepopuleranya Kesuksesan PayPal ini bahkan melampaui eBay. Layanan
ini terus berkembang hingga akhirnya pada tahun 2002 PayPal dibeli oleh eBay,
sebelum akhirnya dibelah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri di tahun 2015.
Pada tahun 2002, layanan
Google AdWords diluncurkan oleh Google, yang memungkinkan pengiklan menampilkan
promosi produk mereka di situs web dan menjangkau pengguna yang lebih luas.
Dengan AdWords, pengiklan bisa menargetkan pasar yang tepat sasaran dan menampilkan promosi mereka di situs-situs
yang cocok dengan barang atau jasa yang mereka tawarkan. Ini menyebabkan
promosi secara online semakin viral, dan banyak perusahaan mulai menggunakan
dari promosi tradisional ke promosi berbasis internet. Jasa ini kemudian menjadi
salah satu platform promosi online terbesar dan tersukses di dunia, mengubah
lanskap pemasaran digital dan mendorong perkembangan bisnis online di seluruh penjuru
dunia.
Pada tahun 2003, WordPress
diperkenalkan sebagai platform blog gratis dan terbuka. Platform ini membolehkan
peseorangan dan bisnis untuk membuat situs web serta toko online secara gampang,
dan segera menjadi salah satu platform paling diminati untuk pembuatan situs
web. Platform ini menyediakan berbagai fitur dan plugin yang membolehkan pengguna
untuk menyelaraskan desain dan fungsi situs web sesuai keinginan mereka,
termasuk untuk te-commerce. Dengan WordPress, pemakai bisa dengan gampang
mengunggah produk, mengelola transaksi, dan menjalankan manajemen e-commerce secara
efisien dan efektif.
Pada
tahun 2005, YouTube diluncurkan sebagai situs berbagi video online, membawa
cara baru untuk mengiklankan barang dan jasa. Di waktu yng singkat, YouTube
berkembang menjadi platform yang sangat diminati untuk berbagi, mengunggah, dan
menonton vidio dan perusahaan mulai mmenggunakan situs ini untuk menjangkau
pengguna yang lebih luas. Untuk keperluan pengiklanan, pelaku bisnis menggunakan
YouTube untuk membuat iklan video yang menarik, yang digunakan untuk
meengenalkan produk mereka kepada audiens yang lebih besar. Selain itu, YouTube
juga menawarkan opsi iklan berbayar yang memungkinkan perusahaan menempatkan
iklan promosi mereka di video yang sedang populer untuk menargetkan penonton yang lebih spesifik.
Pada tahun 2006, Facebook
meluncurkan fitur toko onlineyang memberikan peluang bagi pengguna untuk menjual
dan membeli barang secara online. Dengan fitur ini menjadikannya salah satu
wadah populer untuk bertransaksi secara online melalui Facebook. Melalui
Marketplace, pembeli dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka iginkan
dan berhubungan langsung dengan pihak penjual melalui fitur pesan di Facebook.
Selain itu, fitur ini juga memungkinkan bagi bisnis kecil untuk mengiklankan
produk mereka dan memperlebar audiens yang bisa mereka jangkau.
Pada tahun 2008, Apple
mengeluarkan App Store, sebuah tempat untuk menjual aplikasi yang dapat diunduh
di perangkat Apple seperti iPad dan iPhone. Peluncurannya memberikan kesempatan
bagi bisnis dan developer untuk menjual dan mengiklankan produk mereka kepada
user Apple secara online, yang menjadi tonggak penting dalam kemajuan e-commerce.
Dengan adanya App Store, bisnis dapat menjangkau lebih banyak pengguna , memudahkan
mereka untuk membeli, mencari, dan menggunakan produk yang diinginkan, serta
memberikan kenyamanan bagi pengguna Apple dalam berbelanja online. App Store
juga mendorong perkembangan industri aplikasi
seluler dan memberikan peluang bagi inovasi lebih lanjut dalam teknologi
e-commerce di masa depan.
Di tahun 2014, salah satu platform e-commerce
terbesar di dunia yang didirikan di China pada 1999 Alibaba , mengeluarkan
penawaran saham perdana (IPO) yang jumlahnya 25 miliar dolar. IPO mencatakan
diri dalam sejarah ini menjadi salah satu yang terbesar, bahkan melampaui IPO yang
dikeluarkan oleh Facebook pada 2012. Alibaba telah mengalami perkembangan
signifikan selama bertahun-tahun dan terus memperlebar jangkauan globalnya. Peluncuran
IPO ini menggambarkan kepercayaan investor terhadap potensi perkembangan sektor
toko online dan memberikan dampak yang positif kepada industri secara menyeluruh.
Pada tahun 2018, Amazon
membuka toko offline pertama mereka, di Seattle bernama Amazon Go, di Toko ini
mengusung konsep self-checkout, yang memfasilitasi konsumen membeli barang
tanpa perlu mengantri di kasir. Pelanggan cukup membuka aplikasi Amazon Go di
ponsel mereka saat memasuki toko, mengambil barang yang diinginkan, dan
langsung keluar tanpa proses pembayaran di kasir. Toko ini dilengkapi dengan
teknologi sensor dan kamera canggih yang dapat mendeteksi barang yang diambil
oleh pelanggan serta menghitung total biaya belanjaan secara otomatis. Inovasi
ini menjadi salah satu terobosan dalam dunia ritel fisik, menggunakan teknologi
terkini untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih cepat dan efisien.
Pada tahun 2019, Alibaba
mencatatkan penjualan terbesar dalam sejarahnya selama hari belanja online di
China yang kemudian dikenal sebagai "Single's Day" atau
"11/11". Penjualan yang tercatat pada hari tersebut mencapai $38,4
miliar, meningkat sekitar 26% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian
ini menegaskan potensi besar industri e-commerce dan semakin memperketat
persaingan antara platform e-commerce utama di China. Alibaba menghadapi
kompetisi yang semakin sengit dari platform lain seperti JD.com dan Pinduoduo,
yang semakin digemari oleh konsumen.
Tahun 2020 terjadi pandemi
COVID-19 yang berdampak besar pada berbagai sisi kehidupan, termasuk dunia ekonomi
bisnis dan. Kondisi pandemi ini mempercepat perkembangan e-commerce, karena diberlakukanya
pembatasan sosial dan lockdown memaksa orang untuk mencari cara lain dalam
berbelanja. Banyak toko offline yang terpaksa tutup untuk sementara waktu, hal
ini juga memaksa para penjual untuk beralih dari bisnis offline ke online agar
bisnisnya tetap berjalan. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam
e-commerce semakin berkembang di tahun ini, seperti penerapan augmented reality
dan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan peningkatan pengalaman dalam berbelanja online. Pandemi
ini menunjukkan bahwa e-commerce adalah sektor bisnis yang sangat penting dan
diprediksi akan terus berkembang di masa yang akan datang.
Di Indonesia sendiri E-commerce
mulai tumbuh pada tahun 1994, ketika Indosat didirikan sebagai penyedia layanan
internet komersial pertama di Indonesia. Kehadiran fasilitas ini mendorong
pemakai internet dari berbagai sektor, termasuk dalam dunia bisnis online, yang
kemudian berkembang menjadi ekosistem e-commerce yang dikenal luas saat ini.
Kemudian Dyviacom Intrabumi atau D-Net lahir pada tahun 1996 yang kemudian
disebut sebut sebagai pelopor platform jual belionline di Indoensia. Pada saat
itu platform hanya sebatas sebagai media pengiklan barang yang ditrawarkan,
konsemen tetap harus melakukan transaksi secara langsung atau yang lebih
dikenal cash on delivery(COD).
Secara
perlahan tren jual beli online terus berkembang, dan pada tahun 1999, muncul
platform Kaskus yang dikenal dengan kanal Forum Jual Beli (FJB)-nya. Pada tahun
yang sama, PT Bhinneka Mentari Dimensi, yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak
solusi penyuntingan video, distribusi mesin cetak besar ,pusat servis
elektronik, dan teknologi informasi (IT), bertransformasi menjadi ritel online
untuk produk komputer. Pada saat itu, Bhinneka.com masih menggunakan sistem
yang sangat sederhana, bahkan banyak karyawan yang belum familiar dengan
internet.
Memasuki awal 2000-an, Lippo Group meluncurkan Lippo Shop,
sebuah platform e-commerce. Setahun kemudian, pemerintah mulai merancang
undang-undang e-commerce di Indonesia. Pada 2003, Multiply Inc., sebuah
perusahaan yang berbasis di Florida, Amerika Serikat, meluncurkan platform
multiply.com yang awalnya berfungsi sebagai jejaring sosial untuk berbagi foto,
video, musik, dan blog.
Pada tahun 2005, situs jual beli online Tokobagus
diluncurkan dan kemudian berganti nama menjadi OLX pada tahun 2014. Sementara
itu, Tokopedia didirikan pada tahun 2009, diikuti oleh Bukalapak yang lahir
pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, Blibli, yang berada di bawah naungan
grup Djarum, juga mulai beroperasi. Selanjutnya, pada tahun 2012, Lazada Group
mulai menjalankan situs e-commerce mereka di Indonesia, diikuti oleh Shopee
yang meluncurkan platform mereka pada tahun 2015.
Peerkembangan e-commerce ini memberikan dampak yang positif
dan negatif bagi indonesia bagi perekonomian indonesia berikut adalah beberapa
dampak positif dari e-commerce:
a.
Meningkatkan
pertumbuhan ekonomi
Menurut laman resmi Kominfo, dalam studi eConomy SEA 2022,
diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD 77 miliar pada
2022, yang mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen. Dari total
tersebut, kontribusi e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai USD 59 miliar
dan akan meningkat menjadi USD 95 miliar pada tahun 2025.
b.
Meningkatkan
devisa negara
Perkembangan pesat sektor e-commerce memberikan dampak
positif bagi pemerintah, salah satunya dengan meningkatkan sektor pajak
pertambahan nilai (PPN) ini akan meningkatkan devisa negara.
c.
Meningkatkan
konsumsi lokal
E-commerce dapat mendorong peningkatan konsumsi lokal karena
menawarkan berbagai pilihan produk dengan efisiensi dan variasi yang lebih
banyak. Selain itu, kemudahan dalam bertransaksi secara online juga membantu
masyarakat untuk meningkatkan daya beli, yang pada gilirannya akan
berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
d.
Menambah
lapangan kerja
Di sektor e-commerce menawarkan berbagai kemungkinan pekerjaan
baru, seperti developer aplikasi, spesialis pemasaran digital, analis data dan banyak
lagi, yang berpotensi mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.
e.
Meningkatkan
akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM)
E-commerce memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas
pasar mereka secara lebih luas. Hal ini dapat meningkatkan daya saing UMKM
serta membantu mereka bertahan di pasar yang semakin kompetitif. E-commerce
juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam transaksi jual beli,
yang kini dapat dilakukan secara otomatis dan lebih cepat, menghemat waktu dan
biaya.
Dampak
negatif dari e-cmommerce, antara lain:
a.
Meningkatkan
perilaku konsumtif yang berlebihan
Belanja online dapat mendorong perilaku konsumtif
berlebihan, terutama di kalangan generasi muda. Ini bisa menyebabkan
pengeluaran yang tidak terkendali dan berdampak buruk pada kondisi keuangan
pribadi, bahkan terkadang seseorang membeli barang tanpa mempertimbangkan
apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
b.
Timbulnya
persaingan tidak sehat
Persaingan dalam sektor e-commerce sering kali tidak sehat
karena adanya kegiatan bisnis yang merugikan, harga yang tidak wajar, seperti penipuan,,
dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh kurang jelasnya peraturan mengenai
perdagangan online dan sulit untuk diterapkan, yang dapat merugikan konsumen
dan pelaku bisnis.
E-commerce telah
mengalami perkembangan yang pesat sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun
1979 oleh Michael Aldrich hingga kini menjadi bagian integral dari kehidupan
bisnis global. Dimulai dengan penggunaan televisi oleh Aldrich, lalu disusul
oleh penemuan World Wide Web oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, yang
memudahkan akses ke internet, e-commerce terus berkembang seiring dengan
teknologi dan platform yang muncul, seperti Amazon, eBay, dan Alibaba. Dalam
perjalanannya, platform e-commerce ini membawa dampak besar terhadap industri
perdagangan, memfasilitasi transaksi jual beli dengan lebih efisien, cepat, dan
mudah.
Di Indonesia,
e-commerce mulai tumbuh sejak 1994 dan berkembang pesat dengan kemunculan
berbagai platform, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. E-commerce membawa
dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, seperti
peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan penerimaan negara melalui pajak,
konsumsi domestik yang lebih tinggi, penciptaan lapangan pekerjaan baru, dan
akses yang lebih luas bagi UMKM untuk memperluas pasar mereka. Semua ini
berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan efisien. Namun,
e-commerce juga memiliki dampak negatif, seperti meningkatkan perilaku
konsumtif yang berlebihan, persaingan tidak sehat, dan potensi penipuan dalam
transaksi online.
Tantangan-tantangan
ini memerlukan regulasi yang lebih jelas dan efektif untuk melindungi konsumen
dan pelaku usaha dari praktik bisnis yang merugikan. Secara keseluruhan,
meskipun ada tantangan, perkembangan e-commerce memberikan dampak positif yang
signifikan bagi perekonomian Indonesia dan dunia, dan dengan inovasi serta
regulasi yang tepat, dampak negatifnya dapat diminimalkan untuk memaksimalkan
potensi sektor ini.
Komentar
Posting Komentar