Perubahan Perilaku Konsumen di Era Digital Setelah COVID-19
Perubahan Perilaku Konsumen di Era Digital Setelah COVID-19
Diana Larasati ( 235211022 )
Manajemen Bisnis Syariah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
Saat ini teknologi telah menghasilkan kemajuan digital. Ketika smartphone dan internet tersedia, konsumen melihat dan berperilaku secara berbeda. Konsumen modern menggunakan internet tidak hanya untuk mencari informasi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhannya, seperti berbelanja secara online hingga mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Konsumen juga “seperti” ingin dilayani dengan baik saat menggunakan internet. Terutama yang menjadi kebutuhan konsumen seperti kualitas, harga yang bagus, keamanan dan merek. Pertumbuhan era digital di Indonesia dan di seluruh dunia dipengaruhi oleh perilaku konsumen. Dalam menyesuaikan diri dengan dampak setelah pandemi COVID-19, konsumen juga mengalami perubahan perilaku yang dinamis (Ardani, 2022).
Era digital mengalami perkembangan luar biasa selama pandemi COVID-19. Kebijakan pembatasan dan lebih banyak tinggal di rumah diterapkan. Jadi, mulai tahun 2020, konsumen mulai beralih ke aktivitas online. Di Asia Tenggara, diperkirakan akan ada 310 juta orang yang menggunakan layanan digital pada akhir tahun 2020 (Ardani, 2022). Perilaku yang ditunjukkan oleh pelanggan saat berbelanja secara online selama pandemi COVID-19 menunjukkan adaptasi terhadap kondisi pandemi. Beberapa gagasan terhadap perilaku konsumen, seperti kebutuhan untuk mencari informasi dan evalusi sebelum membeli barang masih ada, tetapi mereka telah berubah dalam bentuk perubahan perilaku. Sebelum pandemi, kebutuhan belanja online hanya menekankan pada kebutuhan sekunder seperti pembelian pakaian, alat elektronik, dan berbagai barang lainnya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan keberadaan diri. Namun, pada saat pandemi COVID-19, pola belanja ini berubah menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan primer (Utari et al., 2020).
Perilaku konsumen adalah proses fisiologis yang semuanya terkait dengan emosi konsumen dan membantu mereka membuat keputusan pembelian. Barang dengan keterlibatan rendah akan mudah dibeli, tetapi barang dengan keterlibatan tinggi memerlukan pertimbangan yang matang. Perilaku konsumen juga dapat didefinisikan sebagai proses menyediakan kebutuhan (barang, jasa,ide, atau pengalaman) untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan individ, kelompok, dan ornasisasi. Namun dengan memanfaatkan internet, e-commerce juga berkembang pesat. Kehadiran teknologi tanpa batas lintas negara telah menghasilkan hubungan yang positif. E-commerce dapat memudahkan transaski barang dan jasa berwujud secara online, serta akses ke produk tidak berwujud (konten edukasi dan layanan digital) (Ardani, 2022).
Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan adalah perilaku mereka sendiri. Ketika seseorang memutuskan untuk membeli sesuatu, mereka selalu mempertimbangkan banyak faktor termasuk harga, kualitas, fungsi, dan kegunaan. Perilaku mempertimbangakan sebelum membeli terjadi karena konsumen pasti tidak ingin membeli sesuatu yang salah. Perilaku konsumen tidak hanya terjadi sebelum pembelian tetapi juga setelah pembelian, yang menunjukkan kepuasan atau ketidakpuasan konsumen setelah mereka menggunakan barang atau layanan. Hal ini juga membantu penjual atau pebisnnis memahami mengapa pelanggan membeli barang tersebut dan bagaimana hal itu memuaskan mereka (Acai Sudirman, S.E. et al., n.d.).
Belanja online telah menjadi cara yang populer untuk membeli berbagai barang, seperti bahan makanan, pakaian, dan alat elektronik. Belanja online semakin populer karena ketersediaan produk yang luas dan kemudahan pengiriman ke rumah. Selama pandemi COVID-19, penjual dan pembeli berkumpul dijejaring sosial untuk menjual barang, dan konsumen dapat mencari barang yang mereka butuhkan. Perkembangan ekonomi juga mengalami stagnasi selama pandemi COVID-19. Penggunaan media sosial untuk berbelanja bukanlah hal yang baru, tetapi pandemi COVID-19 telah mengubah cara konsumen dalam bertransaski. Konsumen lebih menyukai melakukan pembelian secara online melalui e-commerce, meskipun memenuhi kebutuhan secara offline masih populer sebelum pandemi (Azzahra et al., 2023).
Pandemi COVID-19 telah mendorong perubahan dan pertumbuhan era digital. Belanja online dan transaksi digital sekarang menjadi pilihan utama karena kebutuhan akan keamanan, kenyamanan pengiriman, dan ketersediaan berbagai produk. Sesuai dengan kekhawatiran akan penularan virus selama pandemi, peningkatan besar dalam penggunaan aplikasi belanja, dompet digital, dan lain sebagainya menunjukkan adaptasi konsumen terhadap pembelian dan pembayaran yang lebih efisien dan tidak menyentuh secara fisik. Peningkatan aktivitas belanja online, yang mencakup barang-barang konvensional serta kebutuhan sehari-hari, menunjukkan perubahan perilaku konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Acai Sudirman, S.E., M. ., Syafika Alaydrus, S.Farm., M.Si., A., Siti Rosmayati, SST., M. M., Dr (C). Syamsuriansyah, MM., M. K., Lucky Nugroho, S.E., M.M., M.Ak., M. C. M., Opan Arifudin, S.Pd, M. P., Ita Musfirowati Hanika, S.A.P, M. I. K., Anne Haerany, SE., M. S., Fenny Damayanti Rusmana, SE, A. M. K., & Khairul Rijal, S.E., M.Ag., M. B. A. (n.d.). PERILAKU KONSUMEN DAN PERKEMBANGANNYA DI ERA DIGITAL. WIDINA MEDIA UTAMA. https://repository.penerbitwidina.com/media/publications/314622-prilaku-konsumen-dan-perkembangannya-di-eb0cdb2e.pdf
Ardani, W. (2022). Pemasaran Era Kini: Pendekatan Berbasis Digital. In Jurnal Tadbir Peradaban (Vol. 2, Issue 1).
Azzahra, V., Oktopiani, L., Hanifah, F., & Darmawan, I. (2023). Dampak Ekonomi Digital Terhadap Perilaku Konsumen Pada Era Pandemi Covid-19. Dampak Ekonomi Digital (Viona Azzahra, Dkk.) Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(11), 316–321. https://doi.org/10.5281/zenodo.10276697
Utari, P., Fitri, A., Setyanto, E., & Henny, C. (2020). Belanja on-line mahasiswa di era pandemi covid-19: modifikasi perilaku konsumen. Islamic Communication Journal, 5(2), 143. https://doi.org/10.21580/icj.2020.5.2.6450
Komentar
Posting Komentar