PERAN BLOKCHAIN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DAN TRANSPARANSI PADA SEKTOR KEUANGAN INDONESIA
PERAN BLOKCHAIN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN
DAN TRANSPARANSI PADA SEKTOR KEUANGAN INDONESIA
Oleh : Affan Iqbal Mustofa (235211094)
Manajemen Bisnis Syariah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
Teknologi Blockchain telah muncul sebagai salah satu inovasi paling
signifikan di era digital saat ini. Pada prinsipnya, Blockchain adalah sistem yang
terdesentralisasi, memberikan kemampuan untuk mengelola data dengan aman tanpa memerlukan
pihak ketiga sebagai perantara (Lisdayanti, 2024). Teknologi Blockchain memiliki
ciri khas yang membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan teknologi yang lain
yaitu tahan terhadap perubahan data dan bersifat transparan, setiap transaksi yang
terjadi di dalamnya dicatat secara permanen di jaringan yang terdistribusi. Dengan
karakteristik tersebut, teknologi Blockchain menjadi solusi yang sangat potensial
di berbagai bidang, terutama dalam sektor keuangan, yang pastinya memerlukan tingkat
transparansi yang tinggi serta kepercayaan yang solid di antara pelaku bisnis.
Seluruh dunia mulai memanfaatkan teknologi Blockchain dalam sektor
keuangan mereka dan berhasil meraih peningkatan yang cukup signifikan di bidang
ini. Setiap negara dapat membuat kemajuan yang efisien dalam sektor keuangan
mereka dengan memanfaatkan teknologi ini, termasuk dalam bidang perbankan,
asuransi, dan sistem pembayaran digital. Sektor keuangan ini mengalami
peningkatan efisien berkat penggunaan teknologi Blockchain. Teknologi
Blockchain memberikan efisiensi yang lebih baik dalam pengolahan data serta
transaksi, dan juga menurunkan risiko kecurangan melalui sistem verifikasi yang
lebih aman dan tidak dapat diubah. Teknologi Blockchain tidak hanya menawarkan
potensi revolusioner dalam manajemen keuangan tetapi juga memainkan peran
penting dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih transparan dan dapat
dipercaya (Putro et al., 2023).
Di Indonesia, terdapat sangat sedikit pengembang teknologi
Blockchain dan hanya beberapa organisasi yang berani menerapkan teknologi ini
ke dalam struktur mereka. Teknologi Blockchain dapat dimanfaatkan untuk
mengolah data dari suatu lembaga pemerintah. Dalam sektor ekonomi atau
pengolahan data lainnya yang melibatkan organisasi atau institusi milik negara,
keamanan setiap sumber daya data dari organisasi tersebut perlu diperhatikan (Apriliasari
et al.,2022).
Terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi dalam sektor
keuangan di Indonesia, tantangan yang banyak muncul berkaitan dengan
transparansi dan kepercayaan, terutama pada era digital saat ini. Di mana
manipulasi data dan penipuan merupakan masalah yang umum dihadapi baik dalam
sistem perbankan tradisional maupun pada layanan keuangan digital terbaru.
Praktik yang tidak transparan dalam transaksi sehari-hari, seperti kurangnya
kejelasan tentang biaya tertentu serta alur transaksi, dan risiko kesalahan dalam
pelaporan data keuangan. Akibat masalah ini, masyarakat menjadi ragu dan
kehilangan kepercayaan terhadap integritas lembaga keuangan, yang berdampak
pada tingkat partisipasi publik dalam sistem keuangan formal (Indraprakoso
& Haripin, 2023).
Dampak yang dirasakan adalah berkurangnya tingkat kepercayaan
terhadap bank dan juga lembaga keuangan lain, sehingga masyarakat cenderung
memilih opsi yang dianggap lebih aman dibandingkan lembaga keuangan pemerintah,
seperti menggunakan layanan informal atau menyimpan uang di luar sistem
perbankan. Ketidakpercayaan ini semakin menjadi masalah karena adanya aturan
yang belum sepenuhnya dapat menanggulangi perkembangan cepat teknologi di
bidang keuangan, termasuk digitalisasi. Walaupun pemerintah telah mengeluarkan
beberapa peraturan untuk mengawasi industri keuangan digital, peraturan yang
ada sering dianggap tidak cukup untuk menangani kompleksitas yang ada (Saputra
& Darma, 2022). Selain itu, infrastruktur teknologi informasi yang tidak
memadai di Indonesia menghalangi pembentukan sistem keuangan yang lebih
transparan dan aman. Infrastruktur ini tidak dibangun secara merata, terutama
di wilayah pedesaan, menyebabkan akses yang terbatas terhadap layanan digital
yang dapat diandalkan, yang mengurangi peluang penggunaan teknologi untuk
meningkatkan transparansi di Indonesia (Muhtadibillah et al., 2024). Kurangnya
pengawasan dan standar teknis yang jelas juga menghambat penggunaan dari solusi
teknologi yang lebih maju, seperti Blockchain, yang bisa menjadi alat yang
penting untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih jelas dan terpercaya.
Hal ini juga akhirnya mendorong pemerintah Indonesia serta pelaku
industri keuangan di negara ini untuk dengan cepat berinovasi dan menemukan
solusi yang lebih efisien dalam menangani isu ketidakpercayaan serta kurangnya
transparansi di sektor keuangan. Teknologi Blockchain dianggap sebagai salah
satu solusi yang menjanjikan karena menawarkan sistem pencatatan transaksi yang
terdesentralisasi, aman, dan sulit untuk dimanipulasi. Beberapa perusahaan
fintech di Indonesia telah mulai mengimplementasikan Blockchain untuk
mengoptimalkan proses transaksi keuangan mereka, terutama dalam aspek efisiensi
waktu dan keamanan (Suryawijaya, 2023). Blockchain memungkinkan perekaman data
transaksi secara permanen dalam jaringan yang dapat diakses oleh semua pihak
yang berwenang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan atau
manipulasi data. Dengan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga sebagai
perantara, Blockchain juga membuat biaya operasional menjadi lebih rendah, yang
merupakan keuntungan dalam industri keuangan yang sangat kompetitif (Saputra
& Darma, 2022).
Meskipun keuntungan dari Blockchain baru mulai diakui, penerapan
teknologi ini di Indonesia masih menghadapi banyak hambatan. Salah satu masalah
utama adalah regulasi yang belum sepenuhnya mendukung penggunaan teknologi
Blockchain secara luas. Aturan yang ada saat ini tidak secara spesifik mengatur
aspek teknis dan operasional Blockchain, yang menyebabkan ketidakpastian hukum
bagi pelaku industri (Misran, Syaifuddin, Muhammad & Khadafi, 2022). Selain
itu, penerimaan masyarakat terhadap teknologi Blockchain masih tergolong
rendah, terutama karena kurangnya pemahaman tentang cara kerja dan manfaatnya. Karena
banyak orang masih menganggap blockchain sebagai mata uang kripto yang berisiko
tinggi, adopsi teknologi ini masih terbatas pada pasar tertentu. Untuk
mendorong adopsi teknologi blockchain yang lebih luas, diperlukan kampanye
edukasi yang signifikan dan pengembangan regulasi yang mendukung dan memberikan
keamanan bagi semua orang yang terlibat dalam industri keuangan (Husriadi et
al., 2024).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan peningkatan kasus
penipuan keuangan digital yang mengakibatkan kerugian miliaran rupiah dalam
beberapa tahun terakhir. Beberapa lembaga keuangan memiliki sistem pengawasan
dan kontrol yang lemah, terutama dalam hal keamanan data dan keterbukaan proses
transaksi, yang sering menyebabkan penipuan ini. Pada tahun 2024, sektor
keuangan secara keseluruhan akan menghadapi krisis kepercayaan publik karena
kasus penipuan ini merusak reputasi lembaga keuangan dan nasabah. Banyaknya
kasus penipuan menunjukkan bahwa sistem keamanan saat ini masih memiliki celah.
Penggunaan teknologi yang lebih canggih dan dapat diandalkan diperlukan untuk
memperbaikinya. Survei yang dilakukan oleh World Bank menunjukkan bahwa
masyarakat Indonesia tidak percaya pada lembaga keuangan resmi., Hanya sekitar
35% dari populasi yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap institusi keuangan
seperti bank dan layanan keuangan digital (Permatasari, 2024). Tingkat
kepercayaan yang rendah ini menunjukkan bahwa masyarakat khawatir tentang
kredibilitas dan keamanan sistem keuangan saat ini. Pandangan masyarakat
terhadap lembaga keuangan dipengaruhi oleh masalah seperti ketidakterbukaan
proses transaksi, ketidakjelasan tentang biaya layanan, dan risiko manipulasi
data. Jika tingkat kepercayaan yang rendah ini tidak ditangani segera, hal itu
dapat berdampak pada partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal dan
menghentikan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, menurut (Fahlevi et al.,
2022).
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya menggunakan teknologi
yang dapat menyelesaikan masalah keamanan dan keterbukaan yang selama ini
menjadi masalah besar bagi industri keuangan. Karena kemampuan untuk membuat
sistem pencatatan yang jelas dan aman, blockchain menjadi salah satu teknologi
yang sedang dipertimbangkan. Data transaksi didistribusikan ke seluruh jaringan
dalam blockchain, yang berarti bahwa tidak ada data yang dapat diubah atau
dihapus (Rijal & Saranani, 2023). Sistem verifikasi berbasis konsensus dan
enkripsi data yang kuat memastikan bahwa mayoritas jaringan menyetujui setiap
perubahan data. Dengan cara ini, risiko manipulasi data dapat diminimalkan, dan
proses transaksi menjadi lebih jelas serta bisa diaudit kapan saja oleh pihak
yang berwenang (Arwani & Priyadi, 2024).
Penerapan Blockchain di bidang keuangan tidak hanya bisa
meningkatkan transparansi tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik yang
telah hilang akibat kasus penipuan di masa lalu. Dengan transparansi yang lebih
baik, lembaga keuangan bisa menunjukkan komitmen mereka terhadap integritas dan
keamanan data nasabah. Data transaksi yang tercatat di Blockchain juga
mempermudah proses audit, karena setiap transaksi bisa ditelusuri dengan jelas
dan tidak bisa diubah. Ini memberikan jaminan bahwa sistem keuangan yang menggunakan
Blockchain lebih aman dan dapat dipercaya dibandingkan dengan sistem
tradisional yang terpusat. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga keuangan di
Indonesia harus memprioritaskan pengembangan dan penerapan teknologi Blockchain
untuk mengatasi tantangan transparansi dan keamanan, serta memperbaiki tingkat
kepercayaan publik terhadap sistem keuangan resmi (Waloyandari & Tyas,
2024).
Blockchain menawarkan solusi yang dapat mengatasi tantangan di
sektor keuangan tersebut. Dengan sistem buku yang terdistribusi, setiap
transaksi yang dilakukan akan dicatat dan dicek oleh banyak pihak di dalam
jaringan, sehingga mengurangi risiko manipulasi data (Martina, 2024). Selain
itu, Blockchain memungkinkan proses audit yang lebih efektif karena setiap
transaksi bisa ditelusuri kembali dengan mudah dan tidak dapat diubah setelah
dicatat. Teknologi ini juga memberikan tingkat keamanan yang tinggi melalui
penggunaan enkripsi yang kuat dan mekanisme persetujuan yang memastikan
integritas data. Namun, di balik berbagai keuntungan tersebut, ada beberapa
masalah yang perlu diperhatikan dalam penerapan Blockchain di sektor keuangan
Indonesia. Masalah pokok meliputi rendahnya pemahaman masyarakat tentang
teknologi ini, tingginya biaya penerapan awal, serta regulasi yang belum
sepenuhnya mendukung penggunaan Blockchain (Hasan et al., 2024). Oleh karena
itu, penelitian mendalam diperlukan untuk menentukan sejauh mana teknologi
blockchain dapat diterapkan secara efektif di sektor keuangan Indonesia serta
bagaimana teknologi tersebut dapat mengatasi masalah transparansi dan
kepercayaan yang ada (Zulfikri et al., 2022).
Jika dapat mengimplementasikan teknologi Blockchain dengan baik,
ada banyak peluang untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik
terhadap sektor keuangan Indonesia. Dengan desentralisasi, tingkat perlindungan
data yang lebih tinggi dan pencatatan data yang tidak dapat diubah membuat
teknologi blockchain pilihan terbaik untuk membangun ekosistem keuangan yang
lebih transparan. Setiap transaksi yang dapat diverifikasi secara independen
meningkatkan kepercayaan dan akuntabilitas institusi keuangan. Salah satu
keuntungan lain dari penerapan teknologi blockchain adalah peningkatan
efisiensi operasional; ini mengurangi ketergantungan pada perantara dan mempermudah
proses audit yang akurat karena data yang sudah tercatat dengan baik.
Agar dapat mencapai potensi dari adaptasi teknologi Blockchain
dengan baik, kebutuhan akan regulasi yang jelas, peningkatan infrastruktur
teknologi, dan peningkatan pengetahuan publik adalah semua langkah penting yang
harus diselesaikan. Tujuannya adalah agar setiap orang di Indonesia dapat
menggunakan teknologi blockchain. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah, pelaku
industri, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang
mendukung inovasi teknologi blockchain. Dengan komitmen bersama untuk mengatasi
hambatan teknologi, penerapan blockchain di sektor keuangan dapat menjadi
landasan yang kuat untuk pembangunan ekonomi yang lebih transparan.
Daftar Pustaka
Lisdayanti, A. (2024). Peran Teknologi Blockchain dalam Meningkatkan
Kepercayaan Konsumen dan Keamanan Data Privasi pada Platform E-Commerce di Indonesia.
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Keuangan, 5(2), 347–361.
Putro, A. N. S., Mokodenseho, S., Hunawa, N. A., Mokoginta, M.,
& Marjoni, E. R. M. (2023). Enhancing Security and Reliability of
Information Systems through Blockchain Technology: A Case Study on Impacts and
Potential. West Science Information System and Technology, 1(01),
35–43. https://doi.org/10.58812/wsist.v1i01.166
D. Apriliasari, B. Ajie, & P. Seno. (2022) Jurnal Mentari :
Manajemen Pendidikan dan Teknologi Informasi Inovasi Pemanfaatan Blockchain
dalam Meningkatkan Keamanan Kekayaan Intelektual Pendidikan. vol. 1, no. 1, pp.
68–76, 2022.
Indraprakoso, D., & Haripin. (2023). Eksplorasi Potensi
Penggunaan Blockchain Dalam Optimalisasi Manajemen Pelabuhan di Indonesia:
Tinjauan Literatur. Sanskara Manajemen Dan Bisnis, 1(03),
140–160. https://doi.org/10.58812/smb.v1i03.131
Saputra, U. W. E., & Darma, G. S. (2022). The Intention to Use
Blockchain in Indonesia Using Extended Approach Technology Acceptance Model
(TAM). CommIT Journal, 16(1), 27–35. https://doi.org/10.21512/commit.v16i1.7609
Muhtadibillah, A., Rawat, B., & Sentosa, B. M. (2024). Jurnal
MENTARI : Manajemen Pendidikan dan Teknologi Informasi Motivasi Organisasi
dalam Mengadopsi Teknologi Blockchain : Suatu Tinjauan Literatur dan Analisis
Kualitatif. Jurnal MENTARI: Manajemen Pendidikan Dan Teknologi Informasi,
2(2), 188–196.
Suryawijaya, T. W. E. (2023). Memperkuat Keamanan Data melalui
Teknologi Blockchain: Mengeksplorasi Implementasi Sukses dalam Transformasi
Digital di Indonesia. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 2(1), 55–68.
https://doi.org/10.21787/jskp.2.2023.55-68
Misran, Syaifuddin, Muhammad, A. N., & Khadafi, R. (2022). A
Meta-Analysis of Big Data Security : Using Blockchain for One Data Governance ,
Case Study of Local Tax Big Data in Indonesia. Proceedings of the
International Conference on Public Organization, 209(Iconpo 2021),
198–206.
Husriadi, Muh., Bahar, H., & Windayani, W. (2024). Critical
Review of the Use of Blockchain Technology in Improving Msme Data Transparency
and Security. Journal of Finance, Economics and Business, 3(1),
53–60. https://doi.org/10.59827/jfeb.v3i1.107
Fahlevi, M., Vional, & Pramesti, R. M. (2022). Blockchain
technology in corporate governance and future potential solution for agency
problems in Indonesia. International Journal of Data and Network Science,
6(3), 721–726. https://doi.org/10.5267/j.ijdns.2022.3.010
Permatasari, N. (2024). Penerapan Teknologi Blockchain Dalam
Pelayanan Publik: Meningkatkan Keamanan, Transparansi, Dan Kepercayaan
Masyarakat Melalui Website Onlinepajak. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan,
10(14), 764–773.
Rijal, S., & Saranani, F. (2023). The Role of Blockchain
Technology in Increasing Economic Transparency and Public Trust. Technology
and Society Perspectives (TACIT), 1(2), 56– 67.
https://doi.org/10.61100/tacit.v1i2.51
Arwani, A., & Priyadi, U. (2024). Eksplorasi Peran Teknologi
Blockchain dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Keuangan
Islam: Tinjauan Sistematis. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Manajemen, 2(2),
23–37. https://doi.org/10.59024/jise.v2i2.653
Hasan, S. A., Al-Zahra, W. N., Auralia, A. S., Maharani, D. A.,
& Hidayatullah, R. (2024). Implementasi Teknologi Blockchain dalam
Pengamanan Sistem Keuangan pada Perguruan Tinggi. Jurnal MENTARI: Manajemen,
Pendidikan Dan Teknologi Informasi, 3(1), 11–18. https://doi.org/10.33050/mentari.v3i1.546
Waloyandari, M. J., & Tyas, A. M. (2024). Pengaruh Teknologi
Blockchain Terhadap Kepercayaan Investor dalam Pengambilan Keputusan Investasi.
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(5),
1385–1393. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i5.978
Zulfikri, Z., Kassim, S., Sa’ad, A. A., & Othman, A. H. A.
(2022). Trust Enhancement in Zakat Institutions using Blockchain Technology: A
Qualitative Approach. EJIF (European Journal of Islamic Finance), 31–36.
https://doi.org/10.13135/2421-2172/6312
Komentar
Posting Komentar