Peran AI dan IoT Dalam CSR 5.0 PT Sritex Sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Meminimalisir Dampak Lingkungan Industri Textil
Peran AI dan IoT Dalam CSR 5.0 PT Sritex Sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Meminimalisir Dampak Lingkungan Industri Textil
Devi Andini (235211114)
Manajemen Bisnis Syariah / 3C
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
Perusahaan textil terbesar di Asia Tenggara merupakan julukan dari PT. Sri Rejeki Isman Textile Tbk, atau yang lebih sering dikenal dengan Perusahaan Sritex. Didirikan oleh H.M. Lukminto sejak tahun 1966 yang berawal dari bisnis kecil perdagangan textil di Pasar Klewer, Solo. Sebelum berkembang menjadi perusahaan textil besar seperti sekarang, dulunya PT. Sritex masih berbentuk UD Sri Rejeki. Kemudian pada tahun 1978, sesuai dengan perkembangan badan usaha dengan makin banyaknya mesin maka status hukum usaha dagang (UD) menjadi bentuk Perseroan Terabatas (PT) oleh Notaris Ruth Kaerlina, SH (Nyoman Agus Artawa 2000). Sritex dikenal sebagai pemasok besar pakaian fashion, pakaian jadi dan seragam untuk klien internasional. Perusahaan ini memiliki jaringan pasar yang luas, dibuktikan dengan pangsa pasar dan ekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Sritex memiliki fokus inovasi teknologi dan fokus ramah lingkungan dibuktikan dengan pemanfaatan teknologi modern seperti bantuan Ai untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi produksi, serta komitmen pada praktik berkelanjutan pengelolaan limbah dan teknologi hemat energi dalam proses produksi. Perusahaan ini terintegrasi penuh dalam dunia textil, dengan empat tahap utama produksi, Sritex memiliki struktur bisnis dan operasi mulai dari pemintalan kapas menjadi benang (Spinning), penjahitan produk pakaian (Garment), proses pewarnaan dengan pencelupan kain (Dyeing), dan proses pembuatan kain dari benang dengan teknik tenun (Weaving).
Indutri textil terbesar ini tidak luput dari penggunaan Ai dalam setiap proses produksinya, terutama dalam meningktakan efisiensi produksi dan mengurangi limbah produksi. Penerapan Artifical Intelligence dalam CSR 5.0 mencerminkan langkah maju dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam strategi keberlanjutan Perusahaan Sritex. AI (Artificial Intelligence) dalam konteks perusahaan sendiri merujuk pada penerapan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung berbagai aspek manajemen dan aspek operasional (Siska et al. 2023). Penerapan Artifical Intelligence dalam CSR (Company Social Responsbility) 5.0 dalam Perusahaan Sritex dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan dampak lingkungan yang dihasilkan oleh hasil kegiatan produksi textil. Company Social Responsibility 5.0 merupakan pendekatan terbaru dari CSR Perusahaan yang mengintegrasi teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Data Analyst untuk meningkatkan keberlanjutan perusahaan dan tanggung jawab kesejahteraan masyarakat.
CSR sendiri merupakan evolusi konsep tanggung jawab sosial perusahaan yang mengintegrasikan teknologi digital dan pendekatan berbasis inovasi untuk mencitakan dampak soisal, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan (Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma Septian Nasution, Tommy Hastomo, Setiana Sri Wahyuni Sitepu 2020). CSR 5.0 ini hadir sebagai respons terhadap tantangan era industry 4.0 dan pendekatan Society 5.0 dimana ini menggabungkan teknologi canggih dengan upaya pemecahan masalah sosial. Sritex dikenal dengan pemanfaatan teknologi canggih dalam proses produksinya, seperti sistem pengelolaan yang sudah terintegrasi memberikan manfaat untuk mengawasi tahapan produksi dengan baik. Teknologi manufaktur modern digunakan perusahaan Sritex untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Kemudian terdapat sertifikasi kualitas yang telah mengantongi berbagai sertifikat ISO dalam standar kualitas dan lingkungan. Selain itu, Perusahaan Sritex mendapat penghargaan atas inovasi industri tekstil dalam inovasi untuk berkontribusi pada pasar internasional sebagai pemain utama atau penting dalam industry tekstil global.
Society 5.0 merupakan visi masyarakat sebagai bentuk pemanfaatan teknologi untuk menciptakan kehidupan seimbang antara kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia (Salsabella Adista Trisnu Pramesti 2021). Dengan adanya Society 5.0 pada Perusahaan Sritex menjadi bentuk upaya perusahaan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) Sustainable Development Goals. Dalam program SDGs, PT Sritex menyelaraskan program CSR 5.0 dengan tipe SDG 12 (Produksi dan konsumsi bertanggung jawab) yang dimana program ini dapat mengurangi limbah dan menggunakan bahan baku berkelanjutan. CSR 5.0 memposisikan PT Sritex sebagai pemimpin dalam inovasi dan tanggung jawab sosial di industri tekstil untuk meningkatkan reputasi dan citra perusahaan. Transaparansi dan keberlanjutan operasional melalui teknologi membuat perusahaan lebih dipercaya oleh konsumen secara global. Tidak hanya itu, PT Sritex juga telah memenuhi standar keberkelanjuta yang telah diakui internasional, seperti ISO 14001 atau sertifikasi ramah lingkungan lainnya.
Adanya ISO 14001 pada PT Sritex bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan dalam semua aspek operasionalnya. Beberapa bentuk implementasi ISO 14001 pada PT Sritex yaitu pengolahan limbah, efisiensi biaya, pengurangan emisi karbon, penggunaan bahan baku ramah lingkungan dan pelatihan karyawan. ISO 14001 ini memberikan manfaat bagi perusahaan Sritex untuk memastikan semua aktivitas produksi dapat memenuhi standar lingkungan yang berlaku baik di pasar lokal maupun pasar global. Tidak hanya itu, ISO ini juga meningkatkan reputasi sebagai perusahaan yang bertangung jawab secara lingkungan, penting juga dnalam menarik pelanggan dan mitra bisnis internasional. Kemudia manfaat yang tidak kalah penting dalam hal keberlanjutan jangka panjang yaitu dapat mengurangi resiko lingkungan yang menghambat operasi atau merusak lingkungan sekitar perusahaan. Dengan mengintegrasikan teknologi, berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, CSR 5.0 membantu PT Sritex menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang memperkokoh posisinya sebagai pemimpin di industry tekstil global.
Untuk meminimalisir dampak lingkungan industri tekstil, PT Sritex menggandeng AI untuk ikut serta berperan dalam proses meningkatkan efisiensi produksi dan pengolahan limbah ramah lingkungan. Terdapat berbagai teknologi utama yang digunakan dalam proses tersebut, salah satunya yaitu otomatisasi dan digital produksi. Otomasisasi dan Digitalisasi Produski PT Sritex menggunakan sistem produksi terintegrasi yang digunakan untuk sistem otomatisasi mengontrol seluruh rantai prosuksi dari pemintalan hingga garmen. Ini mencakup ERP atau Enterprise Resource Planing yang membantu Sritex dalam merencanakan dan mengelola bahan baku, waktu produksi, dan ditribusi produk secara efisien. Kemudian terdapat pengawasan real time yang menggunakan perangkat monitoring digital untuk melacak kinerja mesin dan memastikan setiap proses berjalan dengan sesuai ketentuan standar kualitas, meningkatkan output produksi, dan mengurangi down time. Upaya dalam meningkatkna efisiensi produksi, PT Sritex menggunakan mesin pemintalan dan mesin tenun hemat energi dengan konsumsi daya yang rendah, dan teknologi pemulihan energi yang memungkinkan penggunaan listrik secara efisien. Di dalam pabrik Sritex, untuk pencahayaan sendiri menggunakan teknologi LED dan pencahayaan otomatis. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan untuk meminimalisir konsumsi listrik pada area yang tidak digunkan.
Trend penggunaan AI yang canggih dapat meningkatkan efisiensi produksi. Teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan berbagai aspek produksi, mulai dari pengalokasian sumber daya hingga aliran proses (Siska et al. 2023). Tidak hanya itu pembelajaran mesin secara mendalam juga sangat menonjol pada teknologi ini. Hasilnya menunjukan peningkatan besar pada produktivitas dan penghematan sumber daya. Upaya yang dilakukan Perusahaan Sritex untuk meningkatkan efisiensi produksi yaitu dengan pengimplementasian Manajemen Produksi Cerdas melalui pengoptimalan jadwal produksi dengan Ai, meminimlakan pemborosan bahan baku, dan mengurangi waktu henti mesin. Dengan menggunkan analitik produktif Sritex dapat merancang pola produksi dengan lebih efisien sesuai dengan permintaan pasar. Upaya selanjutnya yaitu memprediksi permintaan dan perencanaan stok, melalui algoritma Ai dapat menganalisis trend dan data pasar untuk dapat memprediksi permintaan produk. Hal tersebut membantu mengurangi resiko apabila terjadi overstock dan understock serta membuat perencanaan stok lebih efisien. Kemudian AI juga dapat memantau kualitas secara otomatis, dengan teknologi komputer yang dapat mendeteksi cacat kain secara real time selama proses produksi. Hal ini memastikan produk yang tidak sesuai dnegan standar kualitas yang telah ditetapkan bisa teridentifikasi dan dapat segera diperbaiki lebih awal hingga dapat mengurangi kerugian bahan baku.
Soal trend, PT Sritex dalam desain produk juga menggunkan AI untuk menghasilkan pola desain tekstil unik dan sesuai dengan preferensi pasar internasional secara global. AI dalam desain berperan mengolah trend pasar global dan mengintegrasikannya ke dalam proses kreatif. Untuk meningkatkan efisiensi produksi Perusahaan Sritex juga menggunakan AI untuk Optimalisasi Rantai Pasok (Supply Chain) yang digunakan untuk membantu mengelola logistik dan pengadaan bahan baku lebih efisien seperti, pemilihan jalur transportasi terbaik yang digunakan untuk memastikan order bahan baku tiba tepat waktu tanpa adanya penumpukan (Rizkiawan et al. 2023). Selanjutnya, soal penghematan energi dan pemeliharaan mesin secara preventif, Sritex menggunkan sensor Iot (Internet of Things) yang merupakan bagian dari AI berperan untuk memantau penggunaan energi mesin secara real time. Data yang diperoleh digunkan untuk merancang pola konsumsi energi secara hemat dan digunakan untuk melakukan pemelihraan preventif sebelum mesin mengalami kerusakan.
PT Sritex memiliki fokus pada efisiensi dan keberlanjutan Perusahaan melalui program CSR 5.0 dimana fokus ini menggunakan AI untuk membantu mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan limbah produksi perusahaan. Implementasi yang dilakukan dalam fokus ini yaitu dengan cara optimalisasi pemotongan bahan, pemantauan secara real time selama produksi, analitik data untuk prediksi dan pengurangan limbah, pengelolaan limbah dan daur ulang, efisiensi proses pewarnaan dan penyempurnaan, simulasi digital, dan manajemen limbah berbasih data (Gunawan and Utami n.d.). Dalam proses optimalisasi pemotongan bahan, Perusahaan Sritex menggunakan AI Pattern Recognition untuk mempelajari pola pemotongan kain dan memaksimalkan pemotongan bahan. Dengan adanya teknologi ini bisa membantu meminimalkan sisa kain. Kemudian AI yang selanjutnya yaitu Automated Layout Optimazation yang digunakan untuk mengatur tata letak pola kain supaya bahan dapat dipotong dengan efisiensi maksimum. Implementasi yang kedua yaitu pemantauan real time mesin selama produksi, dengan menggunakan teknologi Defect Detection Vision Ai. Teknologi visi komputer ini dapat mendeteksi cacat pada kain atau bahan lainnya selama proses produksi. Dengan itu sebelum menjadi limbah, produk cacat dapat segera diperbaiki. Selain itu teknologi yang digunakan untuk mengurangi produk gagal yaitu menggunakan sensor IoT untuk deteksi awal, Ai memproses data dari sensor IoT untuk mengurangi produk gagal dan mendeteksi ketidaksesuaian dalam proses produksi.
Cara yang ketiga dalam mengurangi limbah dapat dilakukan dengan prediksi melalui analitik data pengurangan limbah. Analitik data yang digunakan dalam proses ini menggunakan Predictive Maintenance, dimana Ai memastikan mesin bekerja secara optimal yang dapat mengurangi resiko produksi gagal akibat kerusakan mesin atau alat. Selain Preditive Maintence, PT Sritex juga menggunakan Demand Forecasting, Dimana AI memprediksi kebutuhan pasar hingga produksi yang terjadi tidak berlebihan dan bahan baku tidak terbuang sia-sia. Selanjutnya cara yang ke-empat adalah pengelolaan limbah dan daur ulang, PT Sritex menggunakan AI untuk mengklasifikasi jenis limbah produksi secara otomatis, hingga mudah diolah dan didaur ulang. Tidak hanya itu Sritex juga menggunakan Waste to Resource Optimazation, Dimana AI ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi limbah yang kemudian diubah menjadi bahan berguna seperti serat daur ulang untuk produk baru.
Efisiensi proses pewarnaan merupakan cara ke-lima yang dilakukan PT Sritex untuk mengurangi dampak limbah hasil produksi. Dalam proses ini AI membantu dalam menentukan formula pewarnaan yang meminimalkan penggunaan bahan kimia dan air. Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat menyesuaikan formula secara otomatis untuk menghindari limbah dari pewarna. Selain formulasi pewarnaan, untuk efisiensi proses pewarnaan juga dibutuhkan pengendalian proses secara real time. pengendalian proses secara real time melibatkan Ai untuk mengontrol suhu, tekanan, dan waktu secara presisi untuk mengurangi sisa bahan dalam proses finishing. Cara yang ke-enam yaitu simulasi digital untuk mengidentifikasi potensi pemborosan bahan. AI melakukan simulasi untuk identifikasi pemborosan bahan, desain atau proses produksi agar dapat diperbaiki sebelum diterapkan. Cara yang terakhir yaitu Manajemen limbah berbasis data, sistem AI Dasboard dan Insight memberikan analisis menyeluruh tentang asal limbah di setiap tahap produksi. Manajemen ini dapat mengambil keputusan berbasis data untuk mengurangi limbah. Dengan menerapkan Ai dalam proses efisiensi dan pengurangan dampak lingkungan produksi, PT Sritex mendapatkan dampak positif dari pengimplementasian AI, yaitu dapat meningkatkan citra perusahaan sebagai pelopor tekstil berkelanjutan, mengurangi limbah kain dan bahan kimia secara signifikan, dan dapat menurunkan biaya produksi akibat pemborosan bahan baku. Namun, penggunaan Ai dalam proses produksi tekstil pada Perusahaan Sritex tidak hanya memberikan dampak positif saja, tetapi juga meningkatkan profibilitas perusahaan. Dengan pendekatan teknologi canggih, PT Sritex menjadi pelopor transformasi industri tekstil di Indonesia menuju masa depan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Peran AI dan teknologi Internet of Thing (IoT) pada bidang tekstil menimbulkan tantangan unik. IoT sendiri merupakan jaringan perangkat fisik yang saling terhubung melalui internet untuk mengumpulkan, bertukar, dan menganalisis data (SII 2019). Perangkat ini dilengkapi sensor, perangkat lunak, dan teknologi komunikasi yang memungkinkan mereka dapat bekerja otomatis tanpa banyak intervensi manusia. Meskipun kombinasi AI dan IoT sangat menjanjikan peningkatan efisiensi dan pengurangan dampak lingkungan, hal ini juga membutuhkan integrasi sistem yang kompleks. Hal tersebut mengindentifikasi masalah terkait berbagai aspek, baik dari sisi manajemen, teknis, hingga operasional sekalipun. Terdapat berbagai tantangan utama yang menjadi fokus Perusahaan Sritex dalam pengimplementasian AI dan IoT terkait efisiensi produksi dan pengurangan dampak lingkungan. Tantangan – tantangan tersebut terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Infrastruktur Teknologi, Data dan Analisis, Sumber daya manusia, Efisiensi Produksi, Pengurangan dampak lingkungan, Biaya Implementasi, dan yang terakhir mengenai Regulasi dan Kepatuhan (Ulfiyah 2024). Melalui manajemen yang terstruktur dan terencana, kemudian dengan strategi yang matang, PT Sritex dapat mengatasi tantangan tersebut untuk mempertahankan dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri tekstil yang memiliki program berkelanjutan.
Tantangan infrastruktuk teknologi yang dihadapi PT Sritex terdapat pada konektifitas IoT. Banyak perangkat Internet of Things yang memerlukan jaringan infrastruktur stabil. Dalam lingkungan pabrik yang sangat luas, PT Sritex harus dapat memastikan semua perangkat IoT dapat terhubung tanpa adanya gangguan dan tantangan yang berarti. Tidak hanya itu, infrastruktur teknologi pabrik juga memerlukan integrasi sistem yang lama. Mesin – mesin produksi lama harus di integrasikan dengan teknologi baru. Hal ini perlu adanya adaptasi perangkat keras dan lunak. Tantangan yang ke-dua yaitu mengenai data dan analisis. Data dan analisis mencakup volume data besar, dimana IoT menghasilkan data dalam jumlah yang cukup besar dan memerlukan sistem penyimpanan dan analitik canggih (Hapsah and Nasution 2024). Dalam proses tersebut perlu adanya investasi besar pada pusat data lokal. Cakupan ke-dua pada data dan analisis yaitu tentang kualitas data. Pada kualitas data, jika data tidak akurat atau tidak lengkap maka akan menghasilkan keputusan AI yang kurang tepat dan tidak akurat, hingga hal tersebut dapat menggangu efisiensi produksi. Kemudian tantangan yang ke-tiga tidak kalah penting dari adanya teknologi Ai. Sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan perusahaan dalam pengimplementasian peran AI dan IoT. Mengadopsi AI dan IoT memerlukan tenaga kerja yang ahli pada bidang teknologi tersebut. PT Sritex memerlukan pelatihan karyawan agar dapat mengoperasikan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Sehingga kekurangan tenaga ahli pun menjadi poin utama dalam tantangan sumber daya manusia perusahaan. Adanya resistensi perubahan juga menjadi tantangan para karywan PT Sritex, karena beberapa karyawan mungkin enggan menerima teknologi baru sebab mereka merasa terancam akan kehilangan pekerjaan atau merasa teknologi tersebut sulit dioperasikan.
Tantangan yang ke-empat mengenai efisiensi produksi terdapat pada adaptasi algoritma dan downtime awal. Algoritma AI perlu adanya kesesuaian dengan proses produksi tekstil, kesesuaian tersebut dapat di terapkan pada penjadwalan produksi yang komples, pengendalian mutu kain, dan pengeloaan rantai pasok bahan baku. Sedangkan pada downtime awal, saat teknologi baru diterapkan sering kali terjadi masa adaptasi yang menyebabkan penurunan produktivitas sebelum sistem berjalan secara optimal. Tantangan ke-lima yaitu pengurangan dampak lingkungan. Untuk mengurangi dampak lingkungan, terdapat optimasi proses pewarnaan. Dimana pewarnaan kain memerlukan banyak energi dan air. Penerapan IoT dan AI untuk mengurangi limbah kimia dan air dapat menjadi tantangan baru karena memerlukan algoritma prediktif dan sensor yang canggih. Persoalan limbah juga harus memerlukan adanya manajemen limbah produksi, Dimana sistem IoT harus dapat memonitor dan memisahkan limbah secara real time tetapi juga memerlukan investasi besar dalam perangkat sensor dan proses otomatiasasi limbah. PT Sritex juga memiliki tantangan yang tidak kalah penting, yaitu mengenai biaya implementasi teknologi yang digunakan dalam proses produksi awal hingga produksi akhir. Teknologi AI dan IoT yang digunakan juga membutuhkan investasi awal yang tingi, terutama dalam pembelian perangkat keras, pengembangan perangkat lunak, pelatihan, hingga pemeliharaan. Hal tersebut menjadi kendala besar PT Sritex dalam pengalokasian anggaran, karena berkaiatan langsung dengan keuangan perusahaan.
Regulasi dan kepatuhan menjadi tantangan terakhir PT Sritex dalam pengimplementasian AI dan Iot perusahaan mereka. Standar industri memastikan bahwa teknologi baru harus memenuhi standar regulasi lingkungan dan industri tekstil global. Hal tersebut mencakup dua hal yaitu, Zero waste dan Eco-Friendly. Zero waste merupakan pendekatan yang bertujuan meminimalkan atau menghilangkan limbah yang dihasilkan selama proses produksi hingga distribusi produk (Chrisna 2024). Sedangkan Eco-friendly mengacu pada praktik produksi yang ramah lingkungan dengan dampak negatif minimal terhadap ekosistem (Muallif 2024). Zero waste memiliki tujuan utama mengeliminasi limbah dan berfokus pada proses produksi dan desain produk seperti, desain tanpa sisa kain. Sedangkan eco-friendly memiliki tujuan utama mengurangi dampak negative pada lingkungan, serta berfokus pada bahan baku, energi, dan emisi karbon.
Biasanya eco-friendly menggunakan katun organik dan pewarna alami untuk bahan baku produksinya. Dua hal tersebut manjadi sangat penting dalam dunia industri tekstil karena dapat mengurangi polusi. Industry teksil menjadi penyumbang polusi terbesar, termasuk pulosi air akibat proses pewarnaan dan limbah kain yang sulit terurai. Zero waste dan eco-friendly dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi biaya jangka panjang. Tidak kalah penting, dua hal tersebut sangat penting dalam memenuhi permintaan konsumen. Konsumen modern cenderung lebih tertarik dengan produk ramah lingkungan, sehingga hal tersebut dapat mendukung strategi pemasaran dan penjualan produk. Kemudian untuk kancah internasional, zero waste dan eco-frindly termasuk dalam mematuhi regulasi global. Banyak negara maupun organisasi internasional yang memberlakukan regulasi ketat terkait keberlanjutan lingkungan perusahaan dan sekitarnya. Dengan menerapkan zero waste dan eco-friendly, PT Sritex dapat meningkatkan keberlanjutan bisnis dan meningkatkan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.
Keamanan data juga menjadi kepatuhan PT Sritex untuk mengurangi resiko kebocoran data. IoT membuka potensi resiko keamanan data dan ancaman cybersecurity yang dapat mengganggu operasional pabrik. Perusahaan Sritex memiliki isu kritis mengenai keamanan data dalam implementasi IoT, karena IoT melibatkan koneksi perangkat, mesin, dan sistem berbasis cloud yang dapat dengan mudah menjadi target para cyber. Apabila keamanan tidak ditindaklanjuti maka akan memunculakan dampak seperti, downtime produksi, kerugian finansial, sampai kerusakan reputasi. Oleh karena itu, PT Sritex harus memeperhatikan beberapa hal agar tidak tejadi kebobolan data. Hal yang harus diperhatikan adalah keamanan jaringan, enksripsi data, otentikasi dan control akses, pemantauan keamana real time, pembaruan firmware dan perangkat lunak, dan yang tidak kalah penting yaitu simulasi serangan dan audit keamanan (Writer 2021).
Langkah PT Sritex dalam mengimplementasikan AI untuk CSR 5.0 menjadi contoh bagi perusahaan tektil lainnya. Dengan komitmen terhadap program SDGs mengenai keberlanjutan yang didukung oleh teknologi canggih, industri tekstil ini dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan. Hal yang terpeting dalam pemanfaatan AI ini memberi dampak positif bagi masyarakat dan generasi mendatang. Melalui peranan AI dan IoT pada CSR 5.0, PT Sritex tidak hanya berhasil dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi limbah saja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan secara positif. Ai memungkinkan Perusahaan Sritex dapat mengoptimalkan sumber daya, meminimalisir dampak lingkungan akibat limbah pabrik, dan mampu meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan. Tidak hanya itu IoT memungkinkan PT Sritex mampu menciptakan pelacakan berbasis data yang transaparan dalam proses produksinya melalui pengawasan dengan bukti dokumentasi. Sehingga, Sritex dapat menunjukan komitmen CSR 5.0 pada masayarakat dan pihak terkait dengan data yang nyata mengenai bahan baku, energi, air, serta limbah yang dihasilkan. Bentuk trasnparansi ini bertujuan untuk meningkatkan reputasi PT Sritex dan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, dengan pemanfaatan AI dan IoT dalam CSR 5.0 ini, PT Sritex dapat lebih efisien dalam proses produksi dan mereduksi limbah yang berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Chrisna. 2024. “Mengenal Konsep ‘Zero Waste’: Mengurangi
Sampah, Menghargai Bumi.” Sajiwa Foundation.
https://sajiwafoundation.org/publications/sajiwa-news/mengenal-konsep-zero-waste-mengurangi-sampah-menghargai-bumi.
Gunawan, Barbara, and Suharti Sri Utami.
“Peran CSR Dalam Nilai Perusahaan.”
Hapsah, Zahrani Fatni, and Muhammad
Irwan Padli Nasution. 2024. “PENGGUNAAN SISTEM DATABASE UNTUK APLIKASI INTERNET
OF THINGS (IoT): TANTANGAN DAN PELUANG BAGI PERUSAHAAN.” Kohesi: Jurnal
Sains dan Teknologi 3(10): 71–80.
Muallif. 2024. “Ramah Lingkungan:
Pengertian, Manfaat, Dan Penerapannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari.” Universitas
An Nur Lampung.
https://an-nur.ac.id/ramah-lingkungan-pengertian-manfaat-dan-penerapannya-dalam-kehidupan-sehari-hari/.
Nyoman Agus Artawa. 2000. “Identifikasi
Profil Peluangan Dan Ancaman Lingkungan Internal Sritex (Artawa 2000).Pdf.”
Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma
Septian Nasution, Tommy Hastomo, Setiana Sri Wahyuni Sitepu, Tryana. 2020.
“PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY) TERHADAP PERSEROAN TERBATAS (Studi Di PT. Sri Rejeki Isman Tbk
Sukoharjo).” Journal GEEJ 7(2): 1–15.
Rizkiawan, M Asep et al. 2023.
“Peningkatan Dan Efisiensi Operasional Supply Chain Management (Scm) Dengan
Memanfaatkan Teknologi.” Peningkatan Dan Efisiensi Operasional Supply Chain
Management (Scm) Dengan Memanfaatkan Teknologi 9(204): 236–52.
https://www.doi.org/10.30651/jms.v9i1.21488.
Salsabella Adista Trisnu Pramesti. 2021.
“Apa Itu Masyarakat 5.0, Karakteristik Dan Contoh Implementasinya.” Tirto id.
https://tirto.id/apa-itu-masyarakat-50-karakteristik-dan-contoh-implementasinya-gjWz.
SII, 0013-1981. 2019. “IoT DALAM
PEMENUHAN BAKU MUTU KUALITAS AIR LIMBAH PADA PERUSAHAAN TAMBANG.” http://e-journal.uajy.ac.id/7244/4/3TF03686.pdf
(2010): 9–62. http://e-journal.uajy.ac.id/7244/4/3TF03686.pdf.
Siska, Maudi et al. 2023. “Kecerdasan
Buatan Dan Big Data Dalam Industri Manufaktur: Sebuah Tinjauan Sistematis.” Nusantara
Technology and Engineering Review 1(1): 41–53.
Ulfiyah, Siti Pujiati. 2024. “Strategi
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Garmen Dalam Menciptakan Produk Ramah
Lingkungan Di Indonesia.” Amnesia (Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia)
2(1): 1–13.
Writer, CTI Content. 2021. “Cara
Mengantisipasi Dan Menyikapi Kebocoran Data Perusahaan.” Helios id.
https://www.helios.id/id/blog-id/detail/cara-mengantisipasi-dan-menyikapi-kebocoran-data-perusahaan-2/.
Komentar
Posting Komentar