Media Sosial dan Etika Komunikasi pada Platform Digital
Media Sosial dan Etika Komunikasi pada Platform Digital
Oleh Fayza Zahra Putrian
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, khususnya dengan hadirnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan bermasyarakat, memberikan peluang virtual terjadinya interaksi antar individu maupun kelompok, namun juga sebagai sarana bertukar informasi dan menyampaikan pendapat. Kita ketahui bersama bahwa masyarakat modern sangat bergantung pada teknologi internet, media sosial, dan gadget. Melihat trend tersebut, wajar bila kita menggambarkan masyarakat saat ini sebagai masyarakat digital. Saat ini Indonesia berada di peringkat sepuluh dengan rata-rata waktu yang dihabiskan dalam menggunakan media sosial kurang lebih 3,2 jam per hari. Ada berbagai media sosial berbasis internet di Indonesia seperti Instagram, TikTok, Facebook, WhatsApp, dan Twitter. Kemajuan teknologi semakin memudahkan dalam melakukan aktivitas.
Komunikasi adalah sebuah proses dimana manusia bersentuhan dengan manusia lain dan memberikan informasi sedemikian rupa sehingga dapat dipahami oleh kedua belah pihak. komunikasi adalah suatu jenis proses sosial, berkaitan erat dengan aktivitas manusia, dan mencakup pesan dan tindakan. Dengan berkembangnya teknologi komunikasi digital, lahirlah berbagi media komunikasi, khususnya smartphone yang senantiasa digunakan dalam kehidupan sehari hari. Komunikasi digital ada dimana-mana dan dapat diakses oleh semua orang. Hal ini juga erat kaitannya dengan bahasa gaul masa kini yang kerap menjadi sorotan seiring dengan semakin hilangnya norma etika dan kesopanan dalam bahasa yang baik, mengajarkan sopan santun, dan belajar memahami serta membatasi rasa ingin tahu terhadap privasi orang kain.
Media sosial merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk bersosialisasi satu sama lain berbasis online atau virtual yang memungkinkan manusia berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Media sosial menimbulkan banyak dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari media sosial seperti mempermudah manusia untuk mencari koneksi pertemanan, mempermudah pekerjaan atau pembelajaran, mempermudah proses perbelanjaan, dan lain sebagainya. Dampak positif menggunakan media sosial dapat terjadi jika kita memahami cara menggunakan media sosial yang baik dan tidak menyalahgunakan untuk kegiatan yang negatif. Dibalik berbagai dampak positif adanya media sosial terdapat berbagai dampak negatif seperti terjadinya cyberbullying di media sosial, kecanduan yang berlebihan, menurunkan interaksi tatap muka, dan dampak negatif lainnya. Pengguna media sosial sering kali tidak mempertimbangkan dampak dari apa yang mereka lakukan atau bagikan yang dapat merugikan orang lain. Jadi seharusnya pengguna media sosial harus lebih menyadari bahwa setiap postingan atau hal yang mereka lakukan memiliki konsekuensi, baik untuk dirinya sendiri atau orang lain.
Etika berkembang dan mempunyai dampak besar terhadap perilaku manusia. Etika membantu kita memutuskan bagaimana bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Etika membantu orang membuat keputusan yang tepat dan mengambil tindakan yang benar. Etika komunikasi berkaitan dengan pendidikan bahasa. Bahasa, lambang atau pesan adalah segala jenis lambang dalam penggunaan bahasa. Bahasa juga dianggap sebagai kode linguistik, sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Etika terbentuk dari kehidupan kita sehari-hari. Perlu kita pahami bahwa etika dapat diterapkan pada banyak aspek kehidupan.
Krisis pemahaman etika dalam penggunaan bahasa terhadap penggunaan media sosial merupakan sebuah fenomena yang sangat populer di era digitalisasi. Perkembangan penggunaan media sosial secara pasif telah memberikan berbagai tantangan terkait etika dalam berkomunikasi. Pemahaman terhadap penggunaan bahasa yang kasar dalam menggunakan media sosial dapat mempengaruhi perkembangan mental dan psikis seseorang. Menggunakan bahasa yang kasar dan tidak sopan dapat mempengaruhi keadaan psikis seseorang. Penggunaan bahasa yang tidak sopan yang diberikan kepada orang lain memberikan nilai negatif yang dapat merusak mental seseorang. Pada saat ini penggunaan bahasa yang kasar dan tidak sopan sudah tidak dapat terkontrol lagi oleh masyarakat apalagi dalam penggunaan media sosial. Hal tersebut terjadi dikarenakan mudahnya masyarakat terpengaruh dengan lingkungan sekitar sehingga mudah terbawa dengan apa yang ada di lingkungan tersebut. Penggunaan bahasa yang kasar dapat menimbulkan kesalahpahaman antar pengguna media sosial. Karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Sebisa mungkin kita harus menghindari penggunaan bahasa yang dapat menyinggung orang lain. Penggunaan media sosial harus dilakukan dengan cara menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta sesuai dengan etika dan nilai kebahasaan yang berlaku. Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa unggahan yang diunggah serta penggunaan dalam bermedia sosial mempengaruhi nilai moral dan etika seseorang, tetapi sudah banyak masyarakat yang mengerti pemahaman dalam beretika di media sosial yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku.
Pengetahuan masyarakat tentang UU ITE sudah terlihat baik, tetapi pemahaman mengenai UU ITE masih terbilang cukup rendah. Masyarakat perlu untuk di edukasi mengenai hal tersebut agar masyarakat dapat menyikapi hal-hal yang terjadi di media sosial secara bijak. Edukasi tersebut juga bertujuan agar masyarakat dapat menyaring informasi-informasi hoax dan bersikap hati-hati, dengan memastikan bahwa sumber tersebut terpercaya. Mayoritas masyarakat sudah menggunakan media sosial sebagaimana mestinya yang sesuai dengan norma yang berlaku, namun masih banyak juga masyarakat yang belum menggunakan media sosial dengan bijak.
Terkait hasil analisis mengenai pemahaman etika dan nilai bahasa masyarakat dalam menggunakan media sosial tergolong masih rendah. Implementasi pemahaman etika masyarakat dalam penggunaan media sosial masih sangat kurang efektif dan efisien dalam mewujudkan lingkungan yang positif di media sosial. Penggunaan bahasa yang kurang baik masih sering ditemukan di berbagai aplikasi media sosial. Sehingga sangat diperlukan tindakan untuk mengatasi hal tersebut seperti diberlakukan sanksi berupa denda, pemblokiran akun media sosial atau bahkan hukuman pidana bagi pelaku. Media sosial adalah sebuah alat yang kuat untuk menciptakan perubahan besar. Platform media sosial juga membawa tantangan etika yang cukup signifikan. Upaya lain yang harus kita lakukan adalah melalui pendidikan, pemahaman dan kesadaran kita dalam mendorong penggunaan media sosial yang lebih baik agar dapat menciptakan hubungan antar pribadi atau kelompok yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar