KORELASI ANTARA ETIKA BISNIS ISLAM DENGAN SDGs DALAM IMPLEMENTASINYA DI ERA REVOLUSI SOCIETY 5.0

KORELASI ANTARA ETIKA BISNIS ISLAM DENGAN SDGs DALAM IMPLEMENTASINYA DI ERA REVOLUSI SOCIETY 5.0

Oleh Calista Lutfi Candraningtyas, Manajemen Bisnis Syari’ah, calistalutfi14@gmail.com

Sebelum masuk ke dalam pembahasan kita harus tau, apasih Society 5.0 itu? Jadi konsep ini merupakan sebuah era  dimana  masyarakat berkolaborasi dengan yang namanya kecerdasan teknologi. Perkembangan ini mempengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, politik, dan dalam lingkup ekonomi yang akan kita bahas pada tulisan ini. Di era digitalisasi saat ini, bisnis telah mengalami banyak perubahan. Kemajuan teknologi dan internet juga mengubah cara kita dalam berkegiatan. Seperti aktivitas bisnis yang sebelumnya  dilakukan secara tatap muka, kini dapat dilakukan dengan menggunakan platform digital. Transaksi bisnis juga tidak lagi terbatas pada toko fisik, namun telah digantikan dengan E-commerce dan Aplikasi mobile yang memungkinkan bisnis dapat menjangkau pasar lebih luas.

Di Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam sangat penting untuk mengetahui dan memahami bagaimana etika dalam berbisnis. Dalam Islam juga sangat memperhatikan bagaimana cara kita bertindak ataupun adab kita dalam berkehidupan. Banyak hal-hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat muslim tentunya dalam berbisnis. Seperti yang sudah dijelaskan, perkembangan digital  telah menciptakan berbagai hal baru seperti inovasi dan peluang baru. Namun tantangan baru pun tidak bisa kita hindari salah satunya adalah bagaimana penerapan etika dalam bisnis Islam. Sebelumnya kita harus tau, apa sih etika bisnis itu? Istilah etika secara umum merujuk pada moral dan perilaku manusia. Etika merupakan pedoman moral dan adab setiap individu dalam pengambilan keputusan sebelum merespon sesuatu. Etika bisnis diartikan sebagai tata tertib maupun aturan yang harus dipatuhi oleh pebisnis dalam segala praktik bisnisnya. Sedangkan etika bisnis Islam adalah sebuah prinsip moral yang bersumber pada ajaran Islam, yang mengatur bagaimana seorang muslim menjalankan bisnisnya. Sebagaimana juga telah dijelaskan pada firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah : 188

 وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Prinsip-prinsip dalam etika bisnis Islam bertujuan untuk menciptakan aktivitas bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara materi saja,  tetapi juga bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat lain. Terdapat beberapa prinsip utama yang dapat diterapkan pada praktik bisnis islam yaitu kejujuran, keadilan, inovasi yang bertanggungjawab, transparansi, dan bisnis yang berkelanjutan.

Pada era digital ini banyak transaksi bisnis yang awalnya berbasis offline beralih ke bisnis online. Ada beberapa contoh bisnis yang memanfaatkan teknologi digital di Indonesia antara lain, E-commerce, Aplikasi mobile, Media sosial, Konten digital, Pendidikan online, bahkan sampai Aplikasi kesehatan online. Hal tersebut dapat memberikan kemudahan dan efisiensi bagi konsumen dalam mengaksesnya. Selain itu para pebisnis juga dapat menciptakan peluang dan berinovasi. Namun selain berdampak dalam memunculkan peluang, digitalisasi juga memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis. Salah satu tantangan bisnis di era revolusi industri 5.0 adalah mulai maraknya transaksi digital yang dapat menimbulkan risiko penipuan dan pencurian data. Hal ini berkaitan dengan bagaimana etika bisnis ini berperan, apalagi oleh para pelaku bisnis muslim yang sangat tertata oleh nilai-nilai islam. Oleh karena itu para pebisnis muslim perlu menerapkan prinsip etika bisnis Islam dalam setiap aktivitas bisnisnya. Lalu bagaimana cara mengimplementasikan etika bisnis Islam yang tetap relevan jika diterapkan?.

Beberapa prinsip etika bisnis islam yang dapat diterapkan di era ini antara lain: (a) Bersikap jujur. Kejujuran adalah sifat basic yang harus dimiliki oleh seorang pelaku bisnis. Karena dengan menerapkan prinsip ini, pelaku bisnis dapat membangun kepercayaan dari pelanggan, mitra bisnis, dan masyarakat secara umum. Kepercayaan ini sangat penting untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. (b) Keadilan. Dalam Islam, keadilan (adl) merupakan memberikan hak setiap pihak sesuai dengan porsi dan kewajibannya. Begitu pula pada aktivitas bisnis contohnya memberikan layanan kepada konsumen dengan tidak membeda-bedakan misalnya dari penampilan. (c) Inovasi yang bertanggung jawab. Apa arti dari inovasi yang bertanggung jawab? Jadi setiap apa yang kita perbuat dan ciptakan harus dapat dipertanggung jawabkan, apakah inovasi berdampak positif, berjalan sesuai rencana maupun memberikan manfaat. (d) Transparansi. Transparansi disini berarti, dalam memberikan informasi ke konsumen kita harus dilakukan secara benar, sesuai fakta, jelas, dan tidak ditutup-tutupi. Contohnya saja jika ada konsumen yang tanya apa saja kandungan yang ada di dalam produk, kemudian apakah sesuai dengan yang di branding-kan. Hal tersebut harus dijelaskan secara terbuka dan sejujur- jujurnya agar tidak dianggap penipuan dan kekecewaan  dari konsumen. (e) Bisnis yang berkelanjutan. Prinsip ini bisnis yang dijalankan tidak hanya memperhatikan dampaknya pada saat ini saja, tetapi juga dampak untuk masa yang akan datang. Banyak aspek yang perlu diperhatikan seperti lingkungan, pengadaan bahan baku, dan tata kelola perusahaan.

Kemudian apa korelasinya dengan SDGs? SDGs adalah singkatan dari Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGs merupakan serangkaian  target  global  yang disepakati  oleh  anggota  perserikatan  bangsa-bangsa  (PBB)  untuk  mencapai  pembangunan berkelanjutan  secara  menyeluruh  pada  tahun  2030.  SDGs  dirancang untuk menyelesaikan masalah global dalam berbagai  aspek pembangunan,  termasuk  ekonomi,  sosial  dan  lingkungan di seluruh negara tanpa memandang maju atau masih berkembangnya negara tersebut. Sebenarnya SDGs memiliki 17 tujuan utama, intinya SDGs diciptakan untuk mengatasi permasalahan yang ada di dunia. Permasalahan tersebut   ada beberapa yang berkaitan dengan etika bisnis Islam seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, lingkungan, perdamaian dan keadilan. Etika bisnis Islam dan SDGs memiliki kesamaan tujuan yang kuat dalam memecahkan masalah-masalah tersebut. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip etika bisnis Islam, perusahaan dapat berkontribusi secara signifikan pada pencapaian SDGs di masa yang akan datang. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penerapan etika bisnis islam di era Society 5.0 di Indonesia menggabungkan nilai-nilai ajaran Islam yang berkolaborasi dengan teknologi. Hal tersebut dapat menciptakan ekonomi yang kuat, adil, dan berkelanjutan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang berkembang secara positif, sebuah negara juga terbantu dalam mencapai tujuan dari program SDGs. Seperti  berkurangnya angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial antara kaya dan miskin, mendorong perdamaian karena adanya prinsip keadilan dan kejujuran, dan melindungi lingkungan agar tetap terjaga dengan baik karena terwujudnya etika yang baik. Apalagi dengan ditunjang oleh kemajuan teknologi digital tentunya akan semakin mudah.

Dalam era Society 5.0, penerapan etika bisnis Islam menjadi semakin relevan dalam menghadapi tantangan baru yang muncul akibat digitalisasi. Dengan menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam praktik bisnis, pelaku usaha tidak hanya dapat menciptakan keuntungan materiil, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Penerapan etika bisnis yang baik akan berkontribusi pada pencapaian tujuan SDGs yaitu pembangunan jangka panjang, menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan di masa depan di seluruh negara secara bertahap. Bisa kita lihat bahwa ajaran islam sangat berhubungan dengan kehidupan kita. Sudah terbukti juga bahwa Al-Qur’an adalah sebuah petunjuk yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam. Di dalamnya terdapat ajaran-ajaran bagaimana cara mendapatkan kehidupan yang bahagia dan sukses di dunia maupun di akhirat kelak.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce