Implementasi Etika Bisnis Islam pada E-commerce Hijup

 Implementasi Etika Bisnis Islam pada E-commerce Hijup

Oleh : Dwi Anna Muyassarroh (235211144) MBS 3D

Kemajuan teknologi sudah tidak asing pada zaman sekarang. Internet merupakan salah satu hasilnya, maka dari itu semua kegiatan yang dulunya dianggap sulit menjadi dapat dilakukan dengan  mudah, praktis dan cepat. Misalnya dalam berkegiatan maupun melakukan transaksi, orang-orang sekarang lebih memilih secara online. Hal tersebut menjadi pilihan karena tentunya lebih praktis, tidak ribet dan tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Dunia perbisnisan tentu tidak luput dari dampaknya, khususnya pada sektor perdagangan terdapat  peluang besar.

Transaksi perdagangan telah berubah dari tradisional dimana penjual dan pembeli bertatap muka langsung menjadi secara online pada e-commerce. E-commerce merupakan kegiatan transaksi pemasaran produk menggunakan internet dengan media market place,website maupun lainnya. Dalam transaksi online, cara transaksinya mirip dengan transaksi tatap muka, tetapi para pihak yang terlibat tidak bertemu secara langsung (Misnawati & Setiawan, 2024).

Saat ini jual beli online pada e-commerce sedang populer dan berkembang pesat. E-commerce mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Meskipun tidak bertemu secara langsung dengan penjual akan tetapi etika bisnis Islam harus tetap di terapkan. Etika bisnis Islam merupakan norma yang diterapkan para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya sesuai dengan syariat Islam (Astuti, 2022). Prinsip etika bisnis Islam terdiri dari jujur, kehendak bebas dan tanggung jawab.

Jujur berarti dalam menjalankan bisnisnya pelaku bisnis transparan terhadap produk maupun karyawannya, tidak melebih-lebihkan saat melakukan promosi, gambar di e-commerce mirip dengan produk aslinya, selalu memegang kepercayaan pelanggan, tidak berani berbohong demi menambah keuntungan bisnis. Kehendak bebas merupakan kebebasan dalam memutuskan maupun memilih sesuatu akan tetapi pilihan tersebut harus tetap dilandaskan pada syariat Islam yang ada dan tidak akan menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak lain yang bersangkutan. Tanggung jawab merupakan bentuk melindungi setiap hak yang dimiliki orang lain, dalam berbisnis tanggung jawab sangatlah penting karena ketika pelaku bisnis dapat  menjaga tanggung jawab berarti juga menjaga kepercayaan pelanggan maupun karyawannya.

Ketika prinsip etika bisnis Islam berhasil diterapkan maka kemungkinan untuk mengalami kerugian atau kegagalan dalam membangun sebuah bisnis akan menjadi kecil. Namun nyatanya sekarang masih banyak transaksi e-commerce yang melanggar prinsip etika bisnis Islam. Misalnya penjual yang tidak memberikan pelayanan terbaik, gambar pada e-commerce tidak sesuai dengan barang aslinya, salah pengiriman jenis barang, maupun lainnya, padahal perilaku tersebut dapat menyebabkan bisnis mengalami penurunan (Kurniawan et al., 2022). Pelaku bisnis yang mengabaikan etika bisnis Islam maka terdapat kemungkinan lebih memprioritaskan keuntungan diatas segalanya, dapat melakukan berbagai cara untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak.

Penerapan Etika bisnis Islam pada e-commerce sangat perlu diperhatikan. Pengguna e-commerce sekarang terdiri dari semua kalangan usia dan sudah menjadi hal yag aneh jika tidak pernah menggunakannya sehingga dibutuhkan prinsip etika bisnis Islam agar dapat berjalan dengan baik. Prinsip etika bisnis Islam juga dapat mencegah terjadinya kerugian pada salah satu pihak.

Salah satu e-commerce yang menerapkan etika bisnis Islam adalah Hijup. Hijup merupakan salah satu e-commerce di Indonesia yang memperjual belikan berbagai macam busana muslim bertaraf Internasional, didirikan pada tahun 2011. Pada saat pertamakali diluncurkan Hijup hanya memiliki modal yang sedikit begitupun dengan jumlah pegawainya. namun walaupun semuanya terbatas mereka berhasil mendapat penghasilan besar pada bulan pertama. Hal tersebut bukan lain karena mereka berhasil menerapkan prinsip etika bisnis Islam pada bisnisnya (Sami Gultom et al., 2019).

Dalam mencari karyawan Hijup memprioritaskan orang yang benar-benar memiliki prinsip jujur. Hijup juga memberi area merokok bagi karyawannya, namun hal tersebut bukan karena Hijup menghalalkan rokok akan tetapi Hijup memberikan perlindungan bagi karyawan perokok pasif. Hijup juga menyediakan mushola untuk karyawannya beribadah bahkan ruang menyusuipun disediakan oleh Hijup. Terdapat satu kegiatan rutin bagi karyawan Hijup yaitu kajian Islam satu kali setiap bulan.

Produk yang dijual Hijup merupakan barang yang pasti halal, baik dan tidak membahayakan. Produk-produk tersebut seperti berbagai macam busana muslim perempuan maupun laki-laki, alat kecantikan yang halal dan tidak ber alkohol, serta berbagai macam aksesoris perempuan. Kegiatan penjualan di e-commerce pun sangat detail mulai dari ukuran, jenis kain dan modelnya.

Pelayanan terbaik selalu diberikan Hijup untuk pelanggannya, terdapat pelayanan khusus bagi pelanggan yang berdomisili jakarta mereka akan mendapat pelayanan “Pesan hari ini, diantar juga hari ini”.  Ketika terdapat pelanggan yang komplain atas produk Hijup maka akan ditangani pada hari itu juga dan apabila belum bisa menangani maka pihak Hijup akan memberikan estimasi waktu. Apabila terdapat roduk yang sudah habis beserta stock nya maka Hijup tidak akan menampilkan produk tersebut pada lamannya. Hijup juga menyediakan layanan pengembalian dan pertukaran jika pelanggan menemukan cacat atau ketidak sesuaian produk yang dipesan, dalam jangka waktu 2 hari setelah produk diterima.

Hal tersebut membuktikan bahwa Hijup merupakan bisnis yang benar-benar menerapkan prinsip syariah didalamnya dari berbagai aspek. Maka tidak heran jika Hijup dapat berdiri sampai sekarang meskipun memiliki pesaing yang banyak. Mereka berhasil menjaga kepercayaan pelangganan dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab. Selalu berusaha tidak menanamkan rasa kecewa pada pelanggan dengan segala usahanya. Hijup paham bahwa segala sesuatu yang berlandaskan syariat Islam pasti akan membuahkan suatu hal yang baik kedepannya.

Persaingan bisnis memang sangat sulit pada era sekarang, ditambah semakin majunya teknologi sehingga  harus bisa mengkoordanisan keduanya seperti e-commerce yang telah dibahas sebelumnya. Akan tetapi sesulit apapun dalam mempertahankan maupun menjalankan bisnis lebih baik tetap didasarkan pada prinsip etika bisnis Islam, karena ketika suatu bisnis tidak menerapkan etika Islam maka yang mengalami kerugian bukan hanya pelanggan saja tapi pebisnisnya pun pasti akan mengalami kerugian dimulai dari hilangnya rasa kepercayaan pelanggan sampai menurunnya keuntungan secara signifikan karena berkurangnya angka pembelian. Tanamkan bahwa mendapat kepercayaan pelanggan adalah nomor satu dan yakin bahwa segala sesuatu yang disandarkan kepada syariat pasti akan berhasil.

 

 

 

Daftar Pustaka

Astuti, A. R. T. (2022). Etika Bisnis Islam (Kasus-Kasus Kontemporer). In N. Hamzah (Ed.), IAIN Parepare Nusantara Press (1st ed.). IAIN Parepare Nusantara Press.

Kurniawan, A., Yusmayra, R. P., Resiya, S. A., & Ariani, S. P. (2022). Prinsip Etika Bisnis Syariah dalam Transaksi E-commerce. Prosiding National Seminar on Accounting , Finance , Prinsip Etika Bisnis Syariah Dalam Transaksi E-Commerce, 1(7), 130–139.

Misnawati, & Setiawan, F. (2024). Implementasi Etika Bisnis Islam Pada E- Commerce Terhadap Pemasaran Di Implementation Of Islamic Business Ethics In E-Commerce Marketing In The Shopee. Research Journal on Islamic Finance, 10(01), 51–69.

Sami Gultom, M., Putri, P., & Yeni, F. (2019). Konsep Etika Bisnis Islam Terhadap Jual Beli dalam Prespektif Fiqih dan Fatwa MUI yang Diterapkan Pada PT Hijup.com. Jurnal Ekonomi Islam, 10(05), 73–88.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce