Etika Komunikasi di Era Digital : Tantangan dan Solusi


Etika Komunikasi di Era Digital : Tantangan dan Solusi
Marisa Anggraini (235211029)
Manajemen Bisnis Syariah ( 3A)
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said

    Etika komunikasi adalah prinsip- prinsip moral yang mengatur bagaimana orang berinteraksi satu dengan yang lain selama proses komunikasi. Etika komunikasi mencakup norma serta nilai landasan dalam penyampaian informasi dan menggunakan media sosial. Hal ini melibatkan kejujuran, menjaga sebuah rahasia, serta tidak membahas hal- hal yang bersifat pribadi didepan khalayak umum.Etika komunikasi juga berkaitan dengan kesopanan dan karakter, yang dimana menentukan cara penyampaian pesan yang dapat mempengaruhi sikap, pendapat, ataupun perilaku orang lain. Oleh karena itu, etika komunikasi mendorong untuk berkomunikasi dengan cara yang jelas, singkat, jujur serta bertanggung jawab untuk meningkatkan efektivitas dan manfaat dari interaksi sosial (Naingolan & Kartini, 2024).

    Etika komunikasi di era digital saat ini sangat penting. Karena semakin meningkatnya penggunanan media sosial sekarang ini membawa tantangan etika komunikasi yang harus kita hadapi. Beberapa tantangan etika komunikasi diera digital yang sering terjadi adalah penyebaran berita palsu, pelanggaran privasi serta ujaran kebencian melalui anonimitas. 

    Penyebaran berita palsu atau yang sering disebut hoaks memiliki dampak negatif bagi masyarakat. Berita yang palsu dapat membuat masyarakat salah paham terhadap suatu isu ataupun peristiwa. Hal ini bisa saja menimbulkan konflik, polarisasi, hingga kekerasan (Siregar et al., 2024). Berita palsu juga melanggar hak asasi manusia dan menghambat proses dalam pengambilan keputusan yang tepat. Hal ini karena berita palsu melanggar prinsip dasar dalam etika yaitu kejujuran, tanggung jawab, serta hormat.
 
    Pelanggaran privasi menjadi salah satu tantangan dalam etika komunkasi kerena menimbulkan ketidak nyamanan, merusak kepercayaan antar individu dan mengancam hubungan interpersonal. Selain itu, tindakan ini melanggar hak asasi manusia dan menciptakan peluang untuk penyalahgunaan data pribadi. Pelanggaran privasi ini terjadi ketika batasan pribadi seseorang tidak dihormati, seperti penyebaran informasi pribadi tanpa izin, membaca pesan pribadi, ataupun merekam percakapan tanpa persetujuan. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa hormat, kejujuran dan keadilan dalam komunikasi.

    Ujaran kebencian adalah bentuk komunikasi yang didalamnya mengandung unsur kebencian, penghinaan ataupun ancaman terhadap individu atau kelompok tertentu (Wikipedia, 2024). Biasanya pelaku menggunakan akun palsu atau anonimitas untuk menyebarkan ujaran kebencian. Anonimitas di era digital menjadi lahan untuk menyebarkan ujaran kebencian tanpa harus bertanggung jawab atas indentitasnya. Pelaku dengan bebasnya menyebarkan pesan penuh kebencian, fitnah serta diskriminasi. Hal ini menjadi tantangan serius dalam etika berkomunikasi karena melanggar prinsip etika yang berupa tanggungjawab atas ucapan dan kebenaran. Ujaran kebencian yang menggunakan anonimitas bukan hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga menimbukan dampak psikologis yang sangat buruk bagi korbannya. 

    Untuk mengatasi masalah etika komunikasi di era digital seperti hoaks, pelanggaran, privasi, dan ujaran kebencian. Pendidikan literasi harus dimulai sejak dini karena menjadi pondasi penting. Dengan memahami ataupun mengetahui cara mengindentifikasi berita yang salah, melindungi data pribadi, dan berinteraksi secara sopan diinternet akan membantu untuk menghindari konten konten berbahaya. Peraturan yang kuat dan krusial juga sangat penting untuk memberikan kerangka hukum yang jelas untuk menjerat mereka yang melakukan pelanggaran. Pemerintah perlu memperbarui ataupun mengubah undang- undang yang ada untuk meningkatkan penegakan hukum di bidang teknologi (Hadi, 2015).

    Selain itu, peran yang dimainkan oleh platform digital sangat penting. Perusahaan teknologi harus bertanggung jawab untuk memverifikasi identitas pengguna, memperbaiki algoritma yang sering mempromosikan konten negatif, dan meningkatkan transparansi dalam menangani pelanggaran. Ada juga penguatan nilai moral yang tidak boleh diabaikan. Perlu menekankan kembali pentingnya kejujuran, toleran, dan empati dalam komunikasi secara daring. Serta kerjasama multipihak antara pemerintah, perusahaan teknologi, media, akademisi, dan masyarakat sipil diharapkan menjadi solusi yang berkelanjutan untuk mnciptakan dunia digital yang lebih sehat dan aman (Ahda, 2024).

    Meskipun tantangan di era digital semakin kompleks, harapan untuk menciptakan ruang dalam komunikasi yang lebih baik harus tetap ada. Oleh karen itu, harus ada kesadaran, pengetahuan, dan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah hoaks, pelanggaran privasi, dan ujaran kebencian. Selain mendukung  upaya dari pemerintah serta lembaga terkait dalam membuat regulasi yang efektif dan mensosialisasikan pentingnya etika komunikasi diera digital, kita harus memulai tidakan itu dari diri sendiri untuk membangun masyarakat digital yang jauh lebih baik, dimana setiap individu dapat berinteraksi dengan bebas, namun tetap harus bertanggung jawab.









DAFTAR PUSTAKA

Ahda, N. (2024). Etika Komunikasi dalam Era digital. Kompasiana.Com. https://www.kompasiana.com/najiahda/66615a5ced64157a1e496f93/etika-komunikasi-dalam-era-digital-tantangan-dan-solusi
Hadi, I. P. (2015). Tantangan Etika dan Regulasi Media Digital. Universitas Kristen Petra, I(2), 92–104.
Naingolan, A. E., & Kartini. (2024). Istilah Etika , Pengertian Etika Komunikasi , dan Etika Komunikasi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 5004–5013.
Siregar, A. R., Harahap, A., & Nasution, M. S. (2024). Etika Komunikasi Media Digital di Era Post-Truth. 5(1), 39–53.
Wikipedia. (2024). Ujaran Kebencian. Id.m.Wikipedia.Org. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ujaran_kebencian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce