Etika Bisnis Islam : sebagai Hulu dalam Menghadapi Persaingan yang Tidak Sehat

Etika Bisnis Islam : sebagai Hulu dalam Menghadapi Persaingan yang Tidak Sehat 

Indi Dwi Nuryanti (235211012) 

Manajemen Bisnis Syariah (3A)

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

 Berbicara etika pasti erat kaitannya dengan adab ataupun akhlak. Sebab etika adalah suatu norma yang dapat digunakan sebagai referensi untuk tingkah laku seseorang yang berkaitan dengan sifat baik dan buruk, juga merupakan tanggung jawab moral. Maka etika bisnis islam sering kali diartikan dengan sebagai proses dan usaha untuk mengetahui apa yang salah dan benar untuk menentukan sikap untuk melakukan hal yang benar dan berkenan dengan produk, layanan, dan pihak yang berurusan dengan tuntutan perusahaan(Aziz, 2021). 

    Bisnis, yang menunjukkan urusan duniawi, juga dianggap sebagai komponen penting dari investasi akhirat dalam ekonomi Islam. Dengan kata lain, bisnis harus mengikuti prinsip moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat jika upaya investasi bisnis salah satu dimaksudkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas suatu bentuk kepatuhan kepada Allah. Bahkan di masa lalu, konsep bisnis mencakup segala kegiatan manusia di dunia yang "dibisniskan" (dianggap sebagai bentuk ibadah) untuk mendapatkan keuntungan atau pahala akhirat, melebihi urusan dunia (Hanifah1 & Lutfi Zulkarnain2, n.d.) 

    Dengan melibatkan dan bertanggungjawab atas masalah ekonomi melalui dunia bisnis. Islam menuntun manusia kea rah yang benar, yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dua masalah yang harus dihadapi dalam bisnis adalah eksternal dan internal jika dilihat secara umum. Tantangan internal adalah tantangan yang muncul pada diri sendiri , seperti semangat,atau pandangan bisnis, keahlian dalam berbisnis seperti pemasaran,keuangan,produksi,kreativitas,inovasi dan negosiasi ,juga segala hal yang kaitannya dengan diri sendiri. Tantangan internal juga berpengaruh terhadap dampak pada pengendalian diri dan pemikiran seseorang, yang harus ditangani dan diperbaiki Ketika masalah atau kesalahan berasal dari diri sendiri. 

    Persaingan bisnis saat ini adalah hal yang tidak bisa dielakkan dalam dinamika pasar. Saat ini, persaingan tetap ada dalam dinamika pasar, tetapi banyak bisnis yang terjebak dalam praktik persaingan yang tidak sehat dalam upaya mereka untuk memperoleh keuntungan. Penipuan, monopoli, kartel, dan pencemaran nama baik merugikan bukan hanya pesaing tetapi juga konsumen dan masyarakat umum. Dalam situasi seperti ini, etika bisnis Islam berfungsi sebagai pedoman yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk mengejar kebaikan dan menghindari segala bentuk penipuan. Prinsip-prinsip etika bisnis Islam menjadi sangat penting dalam menghadapi persaingan bisnis yang tidak sehat. Bisnis yang menganut prinsip Islam akan lebih cenderung menghindari praktik-praktik yang merugikan orang lain, seperti kartel, monopoli, dan penipuan. Mereka lebih suka bersaing dengan sehat dengan meningkatkan kualitas barang dan jasa. Pelaku bisnis dengan etika Islam juga akan lebih memperhatikan faktor sosial dan lingkungan saat menjalankan usahanya. Mereka akan berusaha ikut andil dalam hal positif bagi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan(Hanifah1 & Lutfi Zulkarnain2, n.d.). 

    Salah satu contoh kasus nya yaitu penipuan yang menjadi masalah belakangan ini entah dari pedagang itu sendiri atau platform nya. Dikutip dari laman berita yang menyatakan bahwa penipuan belanja online melalui platform e-commerce terus terjadi. Hingga awal tahun 2021, Kementerian Perdagangan melaporkan 4.855 konsumen membuat pengaduan tentang sektor e-commerce. Banyak pengaduan konsumen yang masuk ke Kementerian, yang berjumlah 5.103 dari Januari hingga Juni 2021, terdiri dari jumlah pengaduan ini. Selama pandemi COVID-19, konsumen semakin banyak menggunakan transaksi online, yang menyebabkan banyak pengaduan yang membuat para konsumen skeptis ketika ingin berbelanja dan memberikan ras trauma tersendiri. Hal tersebut juga memberikan citra buruk kepada platform tersebut akibat ulah dari oknum nakal(TEMPO, n.d.). Oleh sebab itu hal ini menjadi sebuah tantangan bagi pembisnis dalam menerapkan etika bisnis islam. 

    Namun pada realita nya ada banyak tantangan yang dihadapi saat menerapkan etika bisnis Islam dalam kehidupan nyata. Salah satu yang paling signifikan adalah dorongan untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, yang seringkali mengorbankan nilai-nilai moral. Selain itu, persaingan bisnis yang semakin ketat juga dapat mendorong pelaku bisnis untuk mengambil tindakan yang lebih inovatif untuk menang. Pemerintah dapat bertanggung jawab untuk membuat peraturan yang mendukung penerapan etika bisnis Islam dan memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang melanggarnya.

     Pada saat pandemi COVID-19 meningkatkan tantangan etika bisnis islam. Para pembisnis dituntut supaya lebih mengikuti perkembangan zaman sekarang ini yang didominasi oleh kemajuan tehnologi yang mempunyai kemungkinan untuk seseorang melakukan apapun secara cepat, sehingga para pembisnis dapat memiliki strategi yang tepat dalam mengimbangi kemampuan mereka untuk menjalankan bisnis secara online dan lebih kreatif sesauai dengan zaman saat ini (Anwa, 2022). 

    Dunia usaha juga harus membangun jaringan bisnis yang kuat yang didasarkan pada nilai-nilai Islam agar mereka dapat mendukung dan mengawasi satu sama lain. Selain itu, institusi pendidikan dapat berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai moral bisnis Islam kepada generasi muda sejak dini. Dalam menghadapi persaingan bisnis yang tidak sehat, etika bisnis Islam menawarkan solusi yang luas. Pelaku bisnis dapat membangun reputasi yang baik, mencapai keberhasilan yang berkelanjutan, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip tanggung jawab, keadilian, amanah dan kasih sayang. Meskipun ada banyak tantangan yang harus diatasi, penerapan etika bisnis Islam dapat dicapai dengan komitmen dan kolaborasi yang baik(Anwa, 2022).












                                                             Daftar Pustaka 

Anwa, D. A. dan S. (2022). ETIKA BISNIS EKONOMI ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEREKONOMIAN DI MASA DEPAN. Vol. 07, N. 

Aziz, Y. A. (2021). Etika Bisnis Islam: Pengertian, Prinsip dan Tujuan. Deepublish. https://deepublishstore.com/blog/etika-bisnis-islam/ 

Hanifah1, R., & Lutfi Zulkarnain2. (n.d.). Implementasi Etika Bisnis Islam Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Pada PT. Brecxelle Berkah Uniti. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Islam, Vol. 1 No(ISSN (online): XXXX-XXXX). https://doi.org/ne): XXXX-XXXX DOI: https://doi.org/10.62108/great.v1i1.549 

TEMPO. (n.d.). Penipuan Belanja Online. TEMPO. https://www.tempo.co/ekonomi/4-penipuanbelanja-online-barang-tak-sampai-hingga-beli-hp-yang-datang-kardus-485307

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce