E-Commerce dalam Etika Bisnis Islam

 

E-Commerce dalam Etika Bisnis Islam

oleh: Murni Khasanah (235211160) MBS 3D


Era sekarang ini Teknologi semakin cangih sehingga memugkinkan perubahan yang sangat pesat dalam berbagai bidang.  Bisnis juga mulai berubah secara signifikan yang awalnya berbisnis secara langsung sekarang menjadi online atau e-commerce. Sehingga e-commerce menjadi wadah bagi para pebisnis untuk menjalankan bisnis mereka di zaman sekarang.

E-Commerce memberikan peluang untuk melakukan transaksi atau jual beli barang dan juga jasa secara daring, memberikan kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi bagi produsen dan konsumen. Melalui e-commerce transaksi jual beli bisa mencapai ranah nasional maupun internasional. Terdapat berbagai tantangan yang terdapat didalamnya sehingga para produsen maupun konsumen harus mengetahui dan memahami prinsip-prinsip jual beli yang baik dan benar.

Seiring dengan perkembangan teknologi para umat muslim juga ikut memanfaatkan perkembangan tersebut ,hal itu tidak terlepas dengan ajaran islam. Dalam islam berbisnis tidak hanya mencari keuntungan semata namun juga dilakukan dengan prinsip dan etika yang ada dalam islam agar memberikan keberkahan untuk produsen maupun konsumen yang terlibat.

Etika Berbisnis dalam Islam merupakan sekumpulan aturan dan pedoman yang memberikan arahan kepada umat islam untuk berbisnis dengan mengedepankan aturan islam yang bersumber dari Al-quran, hadis, dan tafsiran hukum islam. Selain mendapatkan keuntungan juga mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Beberapa Prinsip-Prinsip Etika Bisnis lslam:

Terdapat prinsip-prinsip etika bisnis islam yang bisa diterapkan dalam berbisnis agar memberikan manfaat yang melimpah.

  • Tauhid/Unity (Kesatuan)

Konsep Tauhid yaitu Allah SWT sudah menetapkan batasan batasan atas tingkah laku manusia sebagai khalifah supaya dapat menyalurkan manfaat kepada orang lain tanpa merugikan salah satu pihak. Dengan mengedepankan aspek Tauhid dikehidupan kita dalam berbisnis maka akan timbul perasaan dibenak kita bahwa Allah SWT sedang melihat dan mengawasi kita disetiap tindakan dan perilaku kita. Maka dari itu kita sebagi umat islam harus bisa mengontrol diri supaya tidak terjerumus atau terhasut pada hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

  • Equilibrium (Keseimbangan)

Interaksi antar sesama manusia dikatakan sesuai ajaran Islam jika dalam hubungan tersebut seseorang dapat mengimplementasikan sifat-sifat mulia Allah SWT seperti prinsip kehidupan yang moderat serta adil dalam kehidupan. Islam mengajarkan kita untuk mendapatkan kekayaan atau keuntungan dengan cara yang halal dan juga demi kemaslahatan bagi manusia dimuka bumi. Transaksi juga harus mengedepankan keadilan tidak boleh melakukan hal semena-mena tak terkecuali pada orang yang tidak kita sukai.

  • Free Will (Kehendak Bebas)

Kebebasan yaitu salah satu nilai yang sangat penting pada Eika Bisnis Islam, akan tetapi kebebasan tersebut tidak boleh disalahartikan untuk berbuat sesuai dengan keinginan individu. Dalam hal ini kehendak bebas individu diberikan ruang yang sangat luas untuk berkreasi dan berkembang. Tidak ada batasan dalam hal tujuan mengenai seberapa banyak pendapatan yang bisa didapat, yang justru mendukung setiap individu untuk berkreasi, dan mengerahkan setiap tenaga dan pikirannya untuk hasil yang maksimal. Penerapan konsep kehendak bebas dalam etika bisnis mengharuskan para individu untuk berbuat dengan megutamakan manfaat bagi warga masyarakat demi menstabilkan pencapaian bagi diri sendiri maupun orang lain.

  • Responsibility (Tanggung Jawab)

Di dalam islam tanggung jawab selain melibatkan kewajiban materill juga melibatkan beberapa aspek seperti aspek moral, spiritual maupun sosial. Seorang muslim dalam menjalankan bisnis harus diniatkan dan dilakukan dengan benar, yaitu untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Seorang pengusaha islam harus memastikan bahwa usaha yang dijalankan sejalan dengan ajaran agama islam. Tidak melakukan transaksi yang haram seperti riba ataupun penipuan merupakan salah satu contoh tindakan yang sejalan dengan ajarn islam. Sebagai umat islam kita harus menghindari hal-hal yang mendatangkan kemudaratan dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip islam.


Keunggulan E-Commerce

Terdapat beberapa keunggulan E-Commerce (perdagangan elektronik) seperti:

  • Efektiv

Perusahaan dapat memperluas pasar karena semua orang di dunia dapat mengakses dan bertransaksi tanpa batasan wilayah. Konsumen dapat bertransaksi kapan saja dan dimana saja. Bisa menghemat waktu karena transaksi bisa dilakukan tanpa harus bertemu dan juga menunggu antrian.

  • Efisien

Perusahaan bisa menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyewa tempat, bisa menghemat biaya pemasaran maupun promosi, harga yang lebih terjangkau karena  pembeli bisa membandingkan diberbagai e-commerce untuk mencari harga yang murah.

Kelemahan E-Commerce

1.     Masalah keamanan, seperti penipuan dan transaksi palsu bisa saja terjadi. Maka dari itu jika ingin berbelanja melalui e-commerce harus pintar, pintar dalam hal bisa membedakan platform dan toko yang terpercaya. Ketidaksesuaian produk, karena pelanggan tidak bisa melihat dan menyentuh barang secara langsung. Maka pelanggan tidak boleh malas membaca dan melihat rating toko dan produk yang akan dibeli.

 

Penerapan Eika Bisnis islam dalam E-commerce

HijUp yaitu salah satu e-commerce yang berada di Indonesia, didirikan pada tahun 2011. HijUp ini menjual beragam produk yang ditargetkan untuk pencinta fashion muslim seperti pakaian muslim, sepatu, hijab, dan juga terdapat aksesoris muslim. HijUp juga bekeja sama dengan para desainer lokal, produknya sudah dikenal sampai luar negri seperti Malaysia, Singapura, Australia, Inggris, Arab, karena sistem pembayarannya yang mudah.

Untuk memperluas jangkauan ke pelanggan internasional, HijUp menyediakan layanan dalam berbagai bahasa serta sistem pembayaran melalui Paypal. Sementara itu, bagi pelanggan di Indonesia masih dilakukan secara manual melalui transfer bank.

a.     Sumber Daya Manusia (Karyawan)

HijUp dalam mencari karyawan harus mempunyai integritas yang baik, mempunyai sifat jujur, senang membantu seta senang belajar, dan orang yang mampu menyesuaikan diri sesuai dengan pekerjaannya. HijUp memberikan fasilitas, kegiatan, hak dan kewajiban yang sesuai dengan Etika bisnis islam.

1.     Fasilitas : area smooking, mushola dan juga nursing room yaitu ruang ibu menyusui.

2.  Kegiatan : selain bekerja terdapat juga acara kajian khusus bagi pegawai untuk selalu mengingat sang pencipta.

3.     Hak dan Kewajiban : melaksanakan pekerjaannya dan mendapatkan upah.

b.     Bisnis

1.     Kriteria Bisnis

dalam melakukan kerjasama mempunyai kriteria khusus bagi pada tenant seperti : berpakaian muslimah untuk laki - laki maupun perempuan, produk yang diperjual belikan bebas dari alkohol.

2.     Layanan Produk

Memberikan informasi secara detail berupa jenis bahan, ukuran, dan desain modelnya.

3.     Metode Pembayaran

COD (Cash on Delivery), Transfer Bank, PayPal.

4.     Proses Pelayanan

Jika terdapat pengaduan, langkah-langkah yang dilakukan hijup :

·       Mendengarkan,

·       Mencatat apa yang dikeluhkan oleh pelanggan dan ditangani langsung,

·  Jika tidak bisa menanggani secara langsung maka memberikan estimasi waktu pengaduan.

c.     HijUp warehouse store

Hijup warehouse store merupakan toko fisik atau offline store yang bisa dikunjungi oleh pelanggan. HijUp mempunyai estimasi waktu pengiriman dengan cara COD yaitu 2 hingga 3 hari kerja.  Daerah yang bisa dijangkau memakai metode COD yaitu JABODETABEK, Surabaya, Medan, Bandung.

Menjalankan bisnis secara adil, jujur dan dapat dipercaya merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan keterkaitan antara prusahaan, konsumen, dan mitra. Memberikan informasi yang akurat dan jelas mengenai produk juga memberikan efek yang penting untuk menjaga kepercayaan konsumen. Secara garis besar menjalankan bisnis yang jujur dapat meningkatkan reputasi perusahan maupun daya saing perusahaan. Dengan menjaga kualitas, pelayanan dan kemudahan dalam transaksi memberikan dampak yang baik untuk perusahaan maupun untuk pihak yang terlibat dan mendatangkan keberkahan.


Daftar Pustaka

 

Arfianti Wijaya, S. G. (2023). Perbedaan Efektif dan Efisiensi beserta Contohnya. Kompas.Com.

Destiya Wati, Suyudi Arif, A. D. (2021). Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam Dalam Transaksi Jual Beli Online di Humaira Shop. Kajian Ekonomi Dan Bisnis Islam.

Ulum, M. (2020). PRINSIP-PRINSIP JUAL BELI ONLINE DALAM ISLAM DAN PENERAPANNYA PADA E-COMMERCE ISLAM DI INDONESIA. Jurnal Dinamika Ekonomi Dan Bisnis, 49–64. file:///C:/Users/hp/Downloads/1115-4641-1-PB.pdf

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce