DAMPAK DISRUPSI TEKNOLOGI DALAM ETIKA BISNIS
DAMPAK
DISRUPSI TEKNOLOGI DALAM ETIKA BISNIS
Pengertian
Disrupsi
Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyatakan bahwa disrupsi berarti suatu hal yang
tercabut dari akarnya. Secara harafiah, disrupsi didefinisikan sebagai fenomena
ketika banyak perubahan yang terjadi, membawa sistem lama menjadi sistem baru. Disrupsi
dapat didefinisikan sebagai inovasi atau metode baru yang menggantikan metode
lama. Istilah disrupsi mengacu pada perubahan yang signifikan dan mendalam karena
inovasi, pengenalan teknologi baru, perubahan penting dalam proses produksi
atau distribusi, pergeseran nilai, perubahan dalam cara konsumen bertindak, dan
sebagainya. (Rosyda Nur Fauziyah, 2021).
Disrupsi
Teknologi
Menurut
(Aprilia & Subiyantoro, 2022) perkembangan
teknologi informasi yang begitu cepat dan luas telah menghasilkan realitas baru
yaitu jarak tidak lagi berarti dan dunia menjadi semakin praktis. Era disrupsi memiliki
efek yang signifikan pada lingkungan sehari-hari, yang berdampak pada gaya
hidup. Ketika digitalisasi meningkat dan informasi lebih mudah diakses,
perusahaan di seluruh dunia menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan
standar etika bisnis. (Leoisgi et al., 2024) menyatakan bahwa
etika teknologi informasi harus mempertimbangkan empat hal utama: privasi,
akurasi, properti, dan aksesibilitas. Dalam era disrupsi, hal-hal ini semakin
penting karena teknologi memungkinkan pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran
data dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya. Meskipun teknologi
informasi telah mempercepat pertukaran dan penyebaran informasi, juga ada
masalah etika yang perlu dipertimbangkan. Di tengah ancaman cybercrime yang
meningkat, (K. C. Laudon, 2011) juga menekankan
betapa pentingnya keamanan informasi untuk menjaga integritas bisnis.
Contoh
Disrupsi Teknologi
Perkembangan teknologi digital dikenal sebagai revolusi industri 4.0, dan peningkatan penggunaan Internet of Things (IoT) telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia (Rosyda Nur Fauziyah, 2021). Adapun contoh disrupsi teknologi antara lain:
1. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan
Suatu teknologi yang dapat ditemukan, diingat, dan disajikan secara
cermat oleh perangkat digital seperti komputer. Sejumlah data diolah untuk
memutuskan, merumuskan, dan mempertimbangkan cara menyelesaikan masalah.
2. Big data and Quantum Computing
Pencarian data menjadi lebih cepat, praktis dan efisien menggunakan big data. Serta tekonologi komputasi kuantum yang saat ini dalam tahap pengembangan, akan segera menguasai berbagai kebutuhan data digital.
3. Blockchain
Teknologi yang dikenal sebagai blockchain, atau blok transaksi digital, memungkinkan distribusi dan verifikasi transaksi kemudian secara mandiri menciptakan suatu blok, menghindar dari pengaruh bank dan kurs konvensional. Karena memiliki kemampuan untuk memutus rantai pihak ketiga, blockchain ini dianggap lebih menguntungkan dan lebih aman. Bitcoin dan kripto adalah contoh blockchain yang saat ini menjadi transaksi mata uang digital yang paling populer.
Masalah Etika yang Harus Dihadapi
1. Kejahatan Dunia Maya (Cybercrime)
Serangan dunia maya seperti ransomware, phishing, dan peretasan merusak reputasi dan kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, untuk menjaga sistem dan data Perusahaan harus memperhitungkan jumlah uang yang mereka habiskan untuk investasi dalam keamanan siber dan tetap waspada terhadap ancaman terbaru.
2. Kerahasiaan dan Keamanan Data
Risiko pelanggaran data dan serangan siber meningkat seiring dengan jumlah data yang dikelola suatu perusahaann.
3. Hak Privasi
Kekhawatiran tentang hak privasi individu muncul karena pengumpulan data yang signifikan.
Cara Mengatasi Permasalahan Etika yang Timbul
Sangat penting dalam membuat dan menerapkan kebijakan yang kuat untuk etika dan keamanan informasi, yang mencakup kerahasiaan data, hak untuk melindunginya, dan tanggung jawab sosial perusahaan.
2. Berinvestasi Dalam Teknologi Keamanan
Memberi sumber daya yang cukup untuk teknologi keamanan tingkat lanjut seperti enkripsi data, sistem deteksi ancaman, dan infrastruktur keamanan jaringan.
3. Tanggung Jawab Sosial
Membangun
program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mengutamakan pelatihan,
juga perlunya pelatihan ulang karyawan karena teknologi baru dan otomatisasi.
Kesimpulan
Menunjukkan
bahwa era disrupsi yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi memiliki
dampak yang signifikan terhadap etika bisnis dan aksesibilitas informasi. Hal
ini menghasilkan tantangan baru untuk menegakkan prinsip-prinsip etika, seperti
kerahasiaan dan keamanan data, hak perlindungan data. Perusahaan harus membuat
kebijakan yang kuat dan jelas untuk melindungi data pelanggan dan akses yang
tidak sah serta menjaga privasi mereka.
Perusahaan juga harus mengimbangi manfaat teknologi dengan tanggung jawab sosial, terutama dalam hal mengatasi dampak otomatisasi terhadap tenaga kerja. Untuk melawan ancaman kejahatan siber, investasi lebih lanjut dalam keamanan siber dan perlindungan kekayaan intelektual juga sangat dibutuhkan demi bertahan dan terus berkembang di era disrupsi.
Daftar
Pustaka
Aprilia, A., & Subiyantoro, S.
(2022). Peluang dan Tantangan : Bisnis di era disrupsi industri. Jurnal
Eduscience, 9(2), 377–387. https://doi.org/10.36987/jes.v9i2.2820
K. C. Laudon. (2011). Management
information systems.
https://openlibrary.org/books/OL32773265M/Management_information_systems#reader-observations
Leoisgi, N., Sihombing, K. S., Wijaya,
M. A., Ramdan, R., Yanti, R. D., & Sari, D. W. (2024). ETIKA BISNIS DAN
AKSESIBILITAS INFORMASI ANALYZE THE IMPACT OF THE ERA OF DISRUPTION ON
IMPLEMENTATION BUSINESS ETHICS AND INFORMATION ACCESSIBILITY.
Rosyda Nur Fauziyah. (2021). Disrupsi
Teknologi: Pengertian, Penyebab, Contoh, Manfaat. Gramedia.Com.
https://www.gramedia.com/best-seller/disrupsi-teknologi/
Salim, M. P. (2023). Disrupsi adalah
Tercabut dari Akarnya, Pahami Dampak Positif dan Negatifnya. Liputan6.Com.
https://www.liputan6.com/hot/read/5343697/disrupsi-adalah-tercabut-dari-akarnya-pahami-dampak-positif-dan-negatifnya?page=3
Komentar
Posting Komentar