Berbisnis Hijau, Berkah Dunia Akhirat: Penerapan Etika Islam dalam Usaha Ramah Lingkungan

Berbisnis Hijau, Berkah Dunia Akhirat: Penerapan Etika Islam dalam Usaha Ramah Lingkungan 

 Nama: Fadillah Nurul Arista

NIM: 235211026


    Keindahan alam Indonesia yang tak dapat dipungkiri, mulai dari laut, gunung, serta budaya yang beragam. Dari Sabang hingga Merauke Indonesia adalah Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Namun dari keindahaan alam yang ada Negara kita juga memiliki kekurangan berupa pengelolaan sampah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya. Semua permasalahan tersebut sebenarnya datang dari diri kita sendiri. Kurangnya literasi serta kesadaran akan hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih dan sehat harus bebas dari emisi limbah yang berbahaya, namun demikian sampah selalu menjadi permasalahan utama dalam masyarakat. Setiap tahunnya kasus masalah kebersihan dan kesehatan terus meningkat.Aktivitas manusia yang berdampak buruk bagi lingkungan terutama mengenai pengelolaan limbah dan sampah yang kurang bijak (Ririn Widiyasari 2021)

    Seperti yang kita tahu bahwa “plastik” sangat sulit untuk terurai, dari media yang saya baca yakni Liputan6.com menemukan bahwa terdapat sampah plastic yang telah berusia 10 tahun lebih. Pentingnya bagi berbisnis hijau ini selalu memperhatikan aspek kedepannya bagi lingkungan. Apakah baik atau bahkan merusak lingkungan. Penggunaan bahan alami dan energi terbarukan merupakan contoh penerapan ramah lingkungan, tidak merusak alam dan meningkatkan efisiensi. Agar suatu bisnis dapat menjaga keseimbangan antara etika bisnis dan lingkungan maka perlu adanya aspek lain untuk memuat aturan seperti bagaimana mengelola dan mempergunakan sumber daya alam (Azizah 2021).  Para pelaku usaha hijau menggunakan kreativitas dan keterampilan bisnis mereka untuk mengembangkan produk, layanan, dan teknologi baru yang membantu melindungi lingkungan dan meningkatkan kehidupan masyarakat. Berbisnis hijau dapat meningatkan nilai ekonomi bagi dunia usaha dan masyarakat seecara keseluruhan. Dengan menciptakan pasar baru untuk produk dan layanan ramah lingkungan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam “Berbisnis Hijau” dilatih juga dari segi inovasi agar lebih berkelanjutan serta menciptakan kesuksesan. Penerapan inovasi yang dapat dilakukan seperti mengganti penggunaan plastik yang berlebihan dengan bahan alam yang ramah lingkungan. Aspek tersebut termasuk dalam segi kemasan, banyak pedagang maupun usaha apapun yang selalu mengemas dengan plastik, hal tersebutlah yang membuat limbah plastik terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut (Aulia Dias 2424), Sampah plastik di Indonesia menjadi sangat dominan dalam industri makanan yaitu sektar 80% dari kemasan yang digunakan adalah kemasan plastik.

    Memperhatikan usaha ramah lingkungan termasuk dalam pentingnya etika berbisnis, karena peduli terhadap bisnis yang berkelanjutan, memperhatikan aspek lingkungan di sekitar. Mengganti penggunaan plastik sebagai kemasan peroduk misalnya. Kini banyak orang semakin peduli bahwa membeli produk dengan kemasan yang bisa didaur ulang maka membantu penghijauan bumi. Pengertian dari kemasan ramah lingkungan sendiri adalah produk yang dihasilkan tanpa menghasilkan karbon emisi dalam jumlah banyak sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Kita bisa mengganti “plastik” dengan kemasan yang berbahan kertas agar cepat terurai,  banyak usaha UMKM yang sudah menerapkan kemasan ramah lingkungan. Di zaman yang semakin modern ini banyak juga inovasi-inovasi kemasan yang beragam.

    Konsep ‘Berbisnis Hijau’ tidak hanya melibatkan kemasan dalam ramah lingkungan, namun juga menggunakan bahan baku yang ramah bagi lingkungan. Sedangkan beberapa UMKM mempunyai tantangan dalam menerapkan ekonomi hijau, sumber daya yang terbatas dan kurangnya kesadaran tentang penerapan ekonomi hijau dalam bisnis mereka (Fillah Ardhi2024). Bahan yang tidak mengandung zat berbahaya bagi kesehatan dan tidak berdampak buruk pada lingkungan. Kita bisa melihat bahan alam yang terdapat dilingkungan disekitar kita seperti kayu, bambu, tanah dan sebagainya. Tentunya akan lebih hemat biaya energi yang dikeluarkan mengapa demikian? Karena disaat kita lebih bisa memanfaatkan bahan alami disekitar energi yang dikeluarkan hemat juga jadi pengeluaran yang biasanya besar pada bahan baku bisa dialokasikan untuk keperluan yang lainnya. Selanjutnya lebih aman bagi kesehatan ,bisnis yang ramah lingkungan akan aman bagi kesehatan diri sendiri maupun orang disekitar kita, lingkungan juga turut terselamatkan. Selain itu peminat dari produk ramah lingkungan sekarang juga banyak. Banyak orang yang sudah sadar akan pentingnya hidup sehat. Mereka dengan sengaja mencari produk ramah lingkungan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan. Bisa juga dapat menjaga keanekaragaman hayati, banyak produk ramah lingkungan yang berasal dari bahan yang diproduksi secara berkelanjutan, misalnya dengan metode pertanian organik. 

    Banyak sekali manfaat yang didapat dari adanya berbisnis hijau ini, untuk apa juga berbisnis namun tidak melihat aspek berkelanjutannya bagi lingkungan sekitar. Mari selalu terapkan hidup sehat dengan menjaga kelestarian alam kita. Semua baik kita jaga dengan keindahan alam Indonesia ditambah kita sebagai penghuninya yang memanfaatkan keragaman ini dengan bijak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce