Apakah Saat Ini Nilai-Nilai Islam masih Relevan digunakan dalam Praktek Bisnis ?

 Apakah Saat Ini Nilai-Nilai Islam masih Relevan digunakan dalam Praktek Bisnis ?

Oleh : Muhammad Bintang Pamungkas
(235211069)


    Pada masa ini, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menerapkan paham kapitalisme. Kapitalisme sendiri adalah suatu sistem ekonomi dimana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik perusahaan dengan mencapai keuntungan sebesar-besarnya. Sistem ini tentu saja sangat tidak manusiawi, perusahaan bisa secara bebas mengeksploitasi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang sangat mudah dimanipulasi tentunya sangat rentan pada perlakuan eksploitasi perusahaan. Mereka bisa dengan mudah diiming-imingi melalui gengsi, hasrat, dan reputasi. Pada teori skizoanalisis Deleuze dan Guattari menyakini bahwa hasrat merupakan mesin produktif yang terbatasi oleh struktur masyarakat kapitalis dan harus dibebaskan (Sholeh Ts, 2021). Jadi mereka seharusnya dibiarkan menjadi lebih kreatif tanpa dibatasi oleh sistem yang ketat, lingkungan yang homogen, dan pandangan rasisme.

    Pada zaman modern seharusnya perusahaan lebih fleksibel dalam mengelola bisnisnya. Perusahaan harus bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan keadaan sosial yang selalu berubah-ubah. Perusahaan juga harus bisa lebih menghargai dan memperhatikan karyawan-karyawannya. Salah satunya dengan mencegah diskriminasi, menciptakan lingkungan yang sehat, serta memberikan fasilitas kesehatan sehingga dapat meningkatkan tingkat kreatifitas karyawan dan tentu saja karyawan menjadi merasa lebih dihargai oleh perusahaan (Katharine R. O’Brien, Samuel T. McAbee, Michelle R. Hebl, 2016).

    Selain itu, dalam menjalankan bisnisnya perusahaan harus meciptakan nilai dan prinsip moral yang sesuai. Dalam Islam, nilai-nilai ini dijabarkan dengan rinci dan jelas. Islam mengajarkan bahwa bisnis harus dilandaskan dengan nilai iman, nilai takwa, nilai moralitas, nilai siddiq, nilai amanah, nilai tabligh, nilai fathanah, nilai kedisiplinan, nilai empati, serta nilai visioner (Aeni et al., 2024). Nilai iman disini artinya yaitu keyakinan. Kita harus memiliki keyakinan bahwasannya hanya Allah lah satu-satunya pemberi rezeki dan semua usaha yang kita lakukan harus bersandar pada Allah SWT. Agar apa yang sudah kita usahakan nantinya bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Nilai takwa berarti kita berusaha menjalankan usaha dan bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum Allah serta menjauhi dan meninggalkan segala praktik-praktik yang dilarang oleh Allah seperti riba, garar, dan dzalim dalam pengelolaan modal. Nilai moralitas disini berarti bagaimana manusia berhubungan dengan sesama manusia ataupun dengan Allah SWT, seperti seberapa kuat komitmen pada nilai-nilai spiritual islam, menghindari kezaliman terhadap orang lain, dan menghindari transaksi yang merugikan bagi perusahaan. Nilai siddiq dapat diartikan bahwa perusahaan jujur dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, mulai dari pembuatan produk hingga pemasaran. Dengan perusahaan jujur tentu saja akan mendapatkan kepercayaan dan kepuasan dari konsumen, ini juga berkaitan langsung dengan nilai amanah. Selanjutnya perusahaan juga harus bisa berkomunikasi (tabligh) dengan baik, nilai ini bisa diterapkan melalui komunikasi yang ramah, serta terbuka kepada konsumen. Perusahaan juga harus bisa cerdas (fathanah) dalam melihat situasi pasar, apakah produknya bisa diterima oleh konsumen ataupun sebaliknya. Nilai yang juga harus diperhatikan oleh perusahaan adalah nilai empati dan nilai visioner. Nilai empati bisa diartikan dengan bagaimana perusahaan menunjukkan kepedulian, entah itu kepada karyawannya atau kepada masyarakat melalui progam zakat ataupun ICSR. Lalu yang terakhir adalah visioner, perusahaan harus bisa melihat ke depan, bagaimana dia menciptakan inovasi, pengembangan pada produk-produknya.

    Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut ternyata perusahaan mendapatkan berbagai manfaat. Pertama, perusahaan mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Pada penelitian yang dilakukan oleh Rafki menemukan bahwa perusahaan mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari konsumen akibatnya konsumen tidak ragu untuk melakukan repeat order (Rafki et al., 2022). Pada penelitian lainnya juga ditemukan bahwa perusahaan yang menerapkan nilai-nilai islam ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produknya (Yulianti et al., 2016). Dari dua penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai islam berhubungan positif dengan kepercayaan dan kepuasan konsumen.

    Kedua, meningkatkan reputasi perusahaan. Perusahaan yang menerapkan nilai-nilai Islam, tentunya tidak akan lupa untuk memberikan manfaat kepada masyarakat-masyarakat disekitar melalui progam ICSR. ICSR sendiri muncul untuk melengkapi dasar pemikiran yang cukup kuat mengenai pentingnya inisiatif CSR. ICSR merupkan tanggung jawab sosial perusahaan yang berdimensi ekonomi dan Islam, legal islam, etika islam dan filantropi islam berdasarkan pada Al-Quran dan Hadist. Dalam studi empiris ditemukan bahwa ada hubungan positif antara progam ICSR dengan meningkatnya reputasi perusahaan. Bisa dikatakan bahwa semakin besar pengungkapan tanggung jawab sosial yang dilakukan maka akan menaikan nilai reputasi perusahaan (Aprilian Ahmad Afandi , Supaijo, 2017).

    Ketiga, meningkatkan kinerja karyawan. Pada studi lintas negara yang dilakukan oleh Reza dkk menjelaskan bahwa perusahaan yang menerapkan nilai-nilai islam dalam kegiatan sehari-hari mencatatkan kinerja yang tinggi (Reza & Silvino, 2018). Dalam penelitian lainnya ditemukan juga bahwa nilai-nilai Islami yang diterapkan dengan baik dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan (Suherman et al., 2018). Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai islam dalam perusahaan harus diterapkan dengan baik. Dengan begitu kinerja karyawan pun juga dapat meningkat.

    Setelah pemaparan-pemaparan diatas, nilai-nilai islam ternyata memberikan dampak positif bagi perusahaan. Mulai dari meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan kinerja karyawan, hingga meningkatkan reputasi perusahaan. Dengan berbagai manfaat yang diperoleh dari nilai-nilai islam, penerapannya masih sangat relevan untuk digunakan perusahaan pada masa modern ini. Nilai-nilai islam tidak harus selalu diterapkan oleh perusahaan yang berbasis syariah. Perusahaan selain syariah pun bisa menerapkan nilai-nilai ini, akan tetapi dalam penerapannya juga harus diawasi dengan sebaik-sebaiknya.




DAFTAR PUSTAKA


Aeni, U., Nurhayati, E., Zakiyah, U., Nisa, Z., Arifin, M. S., Muryadi, M., & Rahmawati, I. D. (2024). Concept of Islamic Values in Entrepreneurship Implementation. Journal of Islamic and Muhammadiyah Studies, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.21070/jims.v6i2.1591

Aprilian Ahmad Afandi , Supaijo, N. W. N. (2017). PENGARUH ISLAMIC CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ( ICSR ) TERHADAP REPUTASI PERUSAHAAN. 07.

Katharine R. O’Brien, Samuel T. McAbee, Michelle R. Hebl, and J. R. R. (2016). The Impact of Interpersonal Discrimination and Stress on Health and Performance for Early Career STEM Academicians. 2016 April 28. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2016.00615

Rafki, M., Parakkasi, I., & Sirajuddin, S. (2022). Peran Etika Bisnis Islam dalam Meningkatkan Kepercayaan dan Repeat Order Konsumen. Journal of Islamic Economics and Finance Studies, 3(2), 121. https://doi.org/10.47700/jiefes.v3i2.4868

Reza, M., & Silvino, E. (2018). Pengaruh Penerapan Nilai-Nilai Islam Terhadap Kinerja Bank Syariah dengan Menggunakan Maqashid Index : Studi Lintas Negara. Jurnal Dinamika Akuntansi Dan Bisnis, 5(1), 17–30.

Sholeh Ts, S. (2021). S. KAPITALISME TERSELUBUNG PADA GOJEK.pdf (p. 54).

Suherman, U. D., Sunan, U. I. N., & Djati, G. (2018). Pengaruh Penerapan Nilai-nilai Islami dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Karyawan Pemasaran Bank Umum Syariah di Jawa Barat Pendahuluan Faktor sumber daya manusia ( SDM ) menjadi modal yang penting untuk. 9, 51–81.

Yulianti, R., Sangen, M., & Rifani, A. (2016). Pengaruh Nilai-Nilai Agama, Kualitas Layanan, Promosi, dan Kepercayaan terhadap Keputusan menjadi Nasabah Bank Syariah di Banjarmasin. Jurnal Wawasan Manajemen, 4(2), 1–12.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce