Model-Model Etika Bisnis Islam 3B

Nama : Meilin Nur Ning tyas Widia Ningrum (235211044) 

             Althaaf Hakim (235211054) 

Kelas : MBS 3 B 

Mata Kuliah : Etika Bisnis Islam 

RESUME KELOMPOK 2 

MODEL-MODEL ETIKA BISNIS ISLAM

Carroll dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007:49) membagi tigatingkatan dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya. 

1. Immoral Manajemen 

    Manajemen Immoral manajemen merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memiliki manajemen tipe ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya. 

2. Amoral manajemen 

    Tingkatan kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah amoral manajemen, Berbeda dengan immoral manajemen, manajer dengan tipe manajemen seperti ini sebenarnya bukan tidak tahu sama sekali etika atau moralitas. Widyahartono (1996:74) mengatakan prinsip bisnis amoral itu menyatakan bisnis adalah bisnis dan etika adalah etika, keduanya jangan dicampur-adukkan." 

3. Moral manajemen 

    Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam moral manajemen, nilai-nilai etika dan moralitas diletakkan pada level standar tertinggi dari segala bentuk prilaku dan aktivitas bisnisnya. 


SUMBER NILAI ETIKA 

 1. Agama 

     Dengan maksud pengertian Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. 

 2. Filosofi 

     Pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan. Setiap filosofi individu akan dikembangkan dan akan mempengaruhi prilaku dan sikap individu tersebut. 

 3. Budaya 

     Definisi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. 

 4. Hukum 

     Biasanya hukum dibuat setelah pelanggaran pelanggaran terjadi dalam komunitas. Arti hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.


 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJERIAL 

 1. Leadership 

     Kepemimpinan yang beretika menggabungkan antara pengambilan keputusan yang beretika dan perilaku yang beretika. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan yang beretika dan berperilaku yang beretika pula. 

 2. Strategi dan performasi 

     Kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. 

 3. Budaya perusahaan 

     Budaya perusahaan adalah suatu kumpulan nilai-nilai, norma-norma, ritual dan pola tingkah laku yang menjadi karakteristik suatu perusahaan. Setiap budaya perusahaan akan memiliki dimensi etika yang didorong oleh kebijakan-kebijakan formal perusahaan, kebiasaan kebiasaan sehari-hari yang berkembang dalam organisasi perusahaan tersebut. 

 4. Karakter individu 

     Keberlangsungan perusahaan tidak lain adalah karena peran banyak individu dalam menjalankan fungsi- fungsinya dalam perusahaan tersebut. Perilaku para individu ini tentu akan sangat mempengaruhi pada tindakan-tindakan mereka ditempat kerja atau dalam menjalankan aktivitas bisnisnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce