ETIKA BISNIS ISLAM TERKAIT PRIVASI DAN KEAMANAN DATA DI PLATFORM DIGITAL 3B
ETIKA
BISNIS ISLAM
Kelompok
7 = 1. Adela Salfa Riesta. (235211043)
2. Faqih Hilmi
Muntaha. (235211048)
3. Siska Nur Chotimah. (235211064)
ETIKA BISNIS ISLAM TERKAIT PRIVASI
DAN KEAMANAN DATA DI PLATFORM DIGITAL
Privasi
dan keamanan data di platform digital adalah tanggung jawab bersama antara
pengguna, penyedia layanan, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan digital
yang aman dan terpercaya.
Pentingnya
Privasi dan Keamanan Data di Platform Digital
1.
Untuk melindungi identitas
Keamanan
data pribadi adalah fondasi utama untuk melindungi identitas seseorang dari
pencurian atau penyalahgunaan. Informasi pribadi seperti nomor identitas,
alamat, dan informasi keuangan dapat digunakan oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab untuk mencuri identitas seseorang. Dengan menjaga privasi dan
keamanan data, individu dapat mengurangi risiko menjadi korban pencurian
identitas yang dapat berdampak serius pada keuangan dan reputasi mereka.
2.
Melindungi identitas
Dengan
menjaga data pribadi, kita mencegah informasi sensitif jatuh ke tangan yang
salah
3.
Mencegah kejahatan online
Data
pribadi yang tidak terlindungi dapat dimanfaatkan oleh penjahat cyber untuk
melakukan berbagai jenis kejahatan online, termasuk penipuan, pemerasan, atau
pencurian data. Dengan menjaga privasi dan keamanan data, individu dapat
mengurangi risiko menjadi target serangan cyber dan melindungi diri mereka dari
potensi kerugian finansial.
4.
Kerusakan reputasi
Penyalahgunaan
data pribadi dapat merusak reputasi seseorang secara online. Informasi yang
tidak diinginkan atau negatif yang tersebar dapat memengaruhi bagaimana
individu dilihat oleh orang lain, baik dalam konteks profesional maupun
pribadi. Dengan menjaga privasi dan keamanan data, individu dapat melindungi
reputasi mereka dari potensi kerusakan.
5.
Membangun Kepercayaan
Keamanan
data pribadi karyawan dan pelanggan sangat penting bagi perusahaan dalam
menjaga keberlangsungan bisnis mereka
Perlindungan
Data dalam Etika Bisnis Islam
1.
Kerahasiaan dan Kejujuran
Menjaga
kerahasiaan data konsumen dan memberikan informasi yang jujur tentang
penggunaan data tersebut. Ini sejalan dengan prinsip kejujuran (shiddiq) dalam
etika bisnis Islam
2.
Transparansi
Menjaga
kerahasiaan data konsumen dan memberikan informasi yang jujur tentang
penggunaan data tersebut. Ini sejalan dengan prinsip kejujuran (shiddiq) dalam
etika bisnis Islam
3.
Kepatuhan Hukum
Mematuhi
regulasi perlindungan data yang ada d Indonesia
Tantangan
Privasi dan Keamanan Data
1.
Serangan siber
2.
Penyalahgunaan identitaa
3.
Kesadaran masyarkat
4.
Penggunaan big data
Kasus
Pelanggaran
Bank
Indonesia (Januari 2022)
Pada bulan Januari 2022, Bank Indonesia
menghadapi insiden kebocoran data yang mengkhawatirkan. Grup ransomware Conti
mencuri 228 GB data dari database Bank Indonesia. Data sensitif, termasuk
informasi nasabah dan transaksi, terungkap dan memengaruhi ribuan individu.
Data Pengguna IndiHome (Agustus 2022)
Layanan Internet IndiHome menghadapi
masalah kebocoran data pada Agustus 2022. 26 juta riwayat browsing,
penelusuran, data pengguna, seperti alamat email dan nomor telepon, terancam
tersebar secara ilegal, mengancam privasi mereka. Data ini diunggah oleh akun
bernama Bjorka melalui situs breached.to.
Komentar
Posting Komentar