Company Social Responsibility pada Era Society 5.0 (MBS 3B)

 Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah konsep di mana perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan semata, tetapi juga peduli pada dampak kegiatannya terhadap masyarakat dan lingkungan. Jadi, CSR adalah upaya perusahaan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Bayangkan kalau ada perusahaan besar yang membuat produk, mereka tidak hanya peduli tentang menjual produknya dan mendapat untung, tapi juga memikirkan bagaimana cara mereka bisa membantu masyarakat, misalnya dengan:

Peduli Lingkungan 

Membantu Masyarakat

Memperlakukan Karyawan dengan Baik

Etika Bisnis yang Baik

Intinya, CSR adalah bagaimana perusahaan berusaha untuk menjadi "tetangga yang baik" dalam komunitasnya dan bertanggung jawab atas semua dampak yang ditimbulkan dari kegiatannya. Dengan begitu, perusahaan bisa lebih dipercaya dan disukai oleh masyarakat.

Berdasarkan penjelasan Japan Cabinet Office, Society 5.0 disebut sebagai masyarakat dengan tingkat konvergensi paling tinggi antara dunia maya dan ruang fisik. Jika pada Masyarakat 4.0 orang-orang mengakses layanan cloud di dunia maya melalui internet dan mencari, mengambil, dan menganalisis informasi atau data.

Sementara pada Society 5.0 hampir seluruh informasi sensor di ruang fisik terakumulasi di dunia maya. Di dunia maya, data besar ini nanti dianalisis oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan hasil analisis tersebut diumpankan kembali kepada manusia di ruang fisik dalam berbagai bentuk.

 

Hubungan Masyarakat dan Teknologi di Society 5.0

Hubungan antara masyarakat dan teknologi pada era Society 5.0 sangat kompleks dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa poin penting yang menggambarkan hubungan ini:

1.      Integrasi Teknologi dan Manusia

Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) bekerja sama dengan manusia untuk membuat hidup kita lebih baik dan menyelesaikan masalah.

2.      Transformasi Digital

Teknologi digital mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi.

3.      Pendidikan

Teknologi membuat pendidikan lebih mudah diakses melalui internet dan alat digital.

4.      Ekonomi

Teknologi baru dan bisnis berbasis data membantu ekonomi tumbuh dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan.

5.      Kesehatan

Teknologi mempermudah akses ke layanan kesehatan dan membuatnya lebih terjangkau.

6.      Lingkungan

Teknologi membantu kita menggunakan sumber daya dengan lebih efisien dan melindungi lingkungan.

7.       Kemampuan Berbagi Informasi

Teknologi memudahkan kita untuk berbagi informasi dan terhubung satu sama lain.

 

Peran Teknologi dalam CSR

AI, adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan perangkat digital untuk belajar, membaca, menulis, membuat, dan menganalisis data. AI dapat mensimulasikan kecerdasan manusia dan kemampuan memecahkan masalah. Dalam konteks pendidikan, AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan, tetapi juga memiliki risiko seperti penanganan masalah privasi, bias algoritmik, dan kontrol transparansi

IoT, Internet of Things adalah jaringan fisik yang terdiri dari perangkat yang terhubung melalui internet. Perangkat-perangkat ini dapat berkomunikasi dengan satu sama lain dan dengan sistem lainnya untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data. IoT digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pengawasan lingkungan, pengelolaan sumber daya, dan pengembangan layanan yang lebih canggih

Big data, merujuk pada jumlah besar data yang dihasilkan dari berbagai sumber, seperti sensor, aplikasi, dan perangkat lainnya. Big Data dapat dianalisis untuk menemukan pola, memprediksi perilaku, dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dalam konteks CSR, Big Data digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul dari berbagai sumber, membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan meningkatkan efisiensi program CSR.

 

Tantangan CSR pada Era Society 5.0 AI, IoT, dan Big Data seringkali mengumpulkan data pribadi dari pengguna, seperti lokasi, preferensi, dan kebiasaan. Perangkat IoT yang terhubung ke internet rentan terhadap penyalahgunaan data. Data pribadi dapat dicuri, dijual, atau digunakan untuk tujuan jahat jika keamanan data tidak dipertahankan dengan baik.

Bias algoritmik, mengacu pada kecenderungan algoritma untuk menghasilkan hasil yang tidak adil dan tidak akurat, sering kali merugikan kelompok tertentu yang kurang menonjol.

 

Peluang CSR pada Era Society 5.0

Teknologi dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya, pengiriman bantuan, dan analisis data untuk memahami dampak program CSR.

Era 5.0 menawarkan peluang besar untuk inovasi sosial yang berpusat pada kebutuhan manusia dan masyarakat. Teknologi dapat digunakan untuk mengatasi tantangan sosial seperti penuaan populasi dan perubahan iklim.

CSR di Era 5.0 memerlukan kolaborasi multi-stakeholder, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat sipil, untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi yang berkelanjutan.

Tujuan utama dari CSR di Era 5.0 adalah meningkatkan kualitas hidup manusia melalui teknologi yang mendukung kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial

 

Contoh Implementasi Teknologi pada CSR

Microsoft. AI for Earth, Program ini menggunakan AI untuk mendeteksi perubahan iklim, mengurangi polusi, dan melindungi ekosistem. AI for Health, mengatasi tantangan kesehatan global dengan menggunakan AI dan sains data. TEALS, Program ini menghubungkan guru dengan sukarelawan industri teknologi untuk menciptakan program komputer yang inklusif dan berkelanjutan

Telkom Indonesia, melalui platform Agree, bekerja sama dengan PT Agroobot Bangun Negeri (Agroobot) untuk mengimplementasikan penggunaan teknologi IoT pada DAB Subur, sebuah perusahaan agrobisnis yang fokus pada budi daya komoditas serai wangi. Perangkat IoT seperti Agrooscan digunakan untuk memantau tekstur tanah, uji mikro, uji makro, dan unsur hara tanah. Data dapat dilihat secara real-time dan akurat, sehingga petani dapat mengetahui kondisi tanah sebelum diolah, mengurangi penggunaan pupuk yang tidak perlu, dan meningkatkan hasil produksi yang berkualitas.

Amazon menggunakan Big Data untuk menganalisis perilaku pembelian pelanggan dan membuat rekomendasi produk yang lebih akurat. Teknologi Collaborative Filtering Engine (CFE) membantu dalam membuat rekomendasi berdasarkan pola pembelian pelanggan, wishlist, dan produk yang telah diulas dan dinilai.

 

Dampak Positif

1. Meningkatkan Reputasi dan Citra Perusahaan. CSR dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata publik dan pemangku kepentingan, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada loyalitas pelanggan dan citra positif perusahaan.

2. Meningkatkan Loyalitas Karyawan dan Retensi. CSR yang kuat meningkatkan keterlibatan dan loyalitas karyawan, yang dapat mengurangi tingkat pergantian karyawan dan biaya rekrutmen.

3. Meningkatkan Kinerja Keuangan Jangka Panjang. Perusahaan yang berinvestasi dalam CSR cenderung mengalami peningkatan kinerja keuangan dalam jangka panjang karena meningkatnya kepercayaan dari investor dan pemangku kepentingan lainnya.

4. Mengurangi Risiko Perusahaan. CSR seringkali dikaitkan dengan pengurangan risiko perusahaan, termasuk risiko litigasi, regulasi, dan reputasi, yang dapat berdampak positif pada stabilitas perusahaan.

 

KELOMPOK 5 ETIKA BISNIS ISLAM (MBS 3B)

1.      M. Choirul Mustofa (235211052)

2.      Ayyumia Nayla Hapsari (235211073)

3.      Siti Nifa Ati Rofiah (235211074)

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce