COMPANY SOCIAL RESPONSIBILITY DI ERA SOCIETY 5.0

RESUME KELOMPOK 5

KELAS 3A MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

Anggota :

Naurah Talitha Tsany 235211027

Devina Novi Azzahra 235211032

Irsyadiyatus Sabrina 235211040


COMPANY SOCIAL RESPONSIBILITY DI ERA SOCIETY 5.0

DEFINISI CSR

Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah istilah yang digunakan untuk deskripsikan perilaku sebuah perusahaan yang tidak hanya berfokus pada profit (keuntungan), tapi juga memprioritaskan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.

Tiga pandangan dasar tentang CSR:

1. Fokus pada Interests Perusahaan

Para manager pertama kali mungkin saja hanya memprioritaskan kepentingan perusahaan, artinya mereka hanya ingin meningkatkan keuntungan dan reputasi perusahaan tanpa memikirkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

2. Balancing Interests of Various Stakes Holders

Manager kedua memahami bahwa perusahaan bukanlah monolitik, melainkan kompleks dengan berbagai pihak yang berkepentingan (stake holders), seperti karyawan, konsumen, pemilik saham, dan masyarakat lokal.

3. Responsibility towards Society

Para manager ketiga paling idealisme, mereka melihat tanggung jawab sosial perusahaan sebagai suatu kewajiban utama untuk melayani masyarakat.

PENGERTIAN SOCIETY 5.0

Society 5.0 adalah konsep yang ditawarkan oleh pemerintah Jepang sebagai visi masyarakat ideal di masa depan. Konsep ini berfokus pada integritas dan kebermanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

KARAKTERISTIK UTAMA

1. Integrasi Teknologi dan Manusia:

Society 5.0 mengintegrasikan teknologi canggih seperti AI, IoT, dan big data untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Contohnya, penggunaan AI dalam diagnosis medis yang lebih akurat dan personal.

2. Pemberdayaan Individu dan Komunitas

Konsep ini bertujuan untuk memberdayakan individu dan komunitas dalam mengatasi tantangan sosial dan ekonomi melalui akses yang lebih luas terhadap data dan teknologi.

3. Solusi Berkelanjutan

Society 5.0 menekankan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan dan sosial dengan menggunakan teknologi untuk mengelola sumber daya secara lebih efisien.

DAMPAK PADA MASYARAKAT

1. Perubahan di Sektor Pendidikan

Penggunaan teknologi seperti e-learning, pembelajaran berbasis AI, dan virtual reality memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan personalisasi.

2. Transformasi Ekonomi

Ekonomi berfokus pada inovasi dan nilai tambah dengan pengembangan teknologi baru dan bisnis yang berpusat pada data, mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

3. Peningkatan Kualitas Hidup

Kualitas hidup meningkat melalui akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, pengelolaan transportasi yang lebih efisien, serta perbaikan lingkungan hidup.

Tujuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di era Society 5.0 adalah untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial. Ini dilakukan melalui integrasi teknologi digital yang mendalam.

Berikut adalah penjelasan yang lebih mudah dipahami:

1. Menyeimbangkan Ekonomi dan Masalah Sosial: CSR bertujuan untuk meningkatkan efektivitas operasional perusahaan sedangkan juga memberikan solusi langsung bagi tantangan sosial.

2. Integrasi Teknologi Digital: Society 5.0 memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Big Data, dan Artificial Intelligence (AI) untuk menghubungkan dunia virtual dan real-world.

3. Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat: Integrasi teknologi juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu sosial dan lingkungan.

4. Peningkatan Kesadaran Merek dan Kepercayaan Pelanggan: CSR juga dapat meningkatkan kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan karena perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan masyarakat cenderung memiliki reputasi baik.

KONSEP SOCIETY 5.0

Society 5.0 adalah ide tentang bagaimana masyarakat masa depan dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan menyelesaikan masalah sosial. Konsep ini diajukan oleh Jepang dan berfokus pada integrasi teknologi tinggi dengan nilai-nilai kemanusiaan.

ASPEK UTAMA SOCIETY 5.0

 Teknologi Tinggi

• Big Data: Menggunakan data besar untuk analisis dan prediksi.

• Internet of Things (IoT): Perangkat dan objek yang terhubung dan dapat berinteraksi.

• Artificial Intelligence (AI): Memproses data untuk memberikan hasil yang lebih akurat dan cepat.

 Aplikasi dalam Bidang-Bidang

• Kesehatan: Robot medis dengan AI membantu operasi bedah dan meningkatkan diagnosa.

• Manufaktur: Otomatisasi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

• Pendidikan: Akses pendidikan berkualitas melalui teknologi virtual dan augmented reality.

 Komunitas yang Aktif

• Partisipasi masyarakat aktif dalam pengembangan solusi teknologis untuk masalah sosial.

• Fokus pada pembangunan masyarakat yang membuat orang bahagia dan memberikan nilai.

 Cerdas, Manusiawi, dan Berkolaboratif

• Teknologi digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara efektif dan efisien.

• Integrasi teknologi dengan perilaku manusia untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing.

Contoh Implementasi :

• Drone: Digunakan untuk mengirimkan barang, survey properti, dan bantuan darurat.

• Robot Medis: Bekerja sama dengan dokter untuk melakukan operasi bedah yang kompleks.

• Home Appliance: Peralatan rumah tangga yang dilengkapi AI untuk membuat kehidupan sehari-hari lebih nyaman.

Konsep Society 5.0 bertujuan untuk menciptakan masyarakat masa depan yang lebih cerdas, manusiawi, dan berkelanjutan, dengan teknologi yang ramah lingkungan dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

PEDOMAN DALAM MELAKSANAKAN CSR DI ERA SOCIETY 5.0

1. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)

Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) mengatur berbagai aspek terkait perusahaan berbentuk perseroan terbatas di Indonesia. Salah satu poin penting dalam undang-undang ini adalah kewajiban perusahaan untuk melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR), terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan atau terkait dengan sumber daya alam.

Maksud dari aturan CSR ini adalah:

• Perusahaan wajib melakukan kegiatan yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar mereka.

• CSR mencakup berbagai aktivitas, seperti kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

• Tujuannya adalah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, dengan memperhatikan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, dampak sosial, dan kelestarian lingkungan.

Ini menjadi lebih relevan di era Society 5.0, di mana teknologi dan inovasi berkembang pesat, dan tanggung jawab perusahaan untuk mendukung kesejahteraan sosial melalui pendekatan berbasis teknologi semakin penting.

2. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2017 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas (PP 47/2017).

Tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) ini bertujuan agar perusahaan tidak hanya fokus mencari keuntungan, tetapi juga turut berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar mereka beroperasi.

• Kewajiban CSR: Perusahaan wajib melakukan kegiatan CSR yang bisa berupa bantuan sosial, program pembangunan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan lainnya.

• Rencana CSR: Perusahaan harus menyusun rencana pelaksanaan CSR yang diselaraskan dengan visi dan misi perusahaan.

• Laporan CSR: Perusahaan wajib melaporkan kegiatan CSR mereka dalam laporan tahunan, sehingga transparansi terjaga.

• Sanksi: Jika perusahaan tidak melaksanakan CSR, mereka bisa dikenakan sanksi administratif atau lainnya sesuai peraturan yang berlaku.

MANFAAT CSR DI ERA SOCIETY 5.0

1. Peningkatan Citra Perusahaan

CSR (Corporate Social Responsibility) membantu meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat. Ketika perusahaan berkontribusi untuk hal-hal positif seperti lingkungan, pendidikan, atau kesehatan, masyarakat akan melihat perusahaan tersebut sebagai pihak yang peduli dan bertanggung jawab.

2. Peluang Pasar Baru

Melalui kegiatan CSR, perusahaan bisa menemukan peluang pasar baru. Misalnya, jika perusahaan terlibat dalam proyek ramah lingkungan, mereka mungkin menarik pelanggan yang peduli pada lingkungan.

3. Dukungan terhadap Inovasi

Program CSR sering kali mendorong perusahaan untuk berpikir kreatif dan mencari solusi inovatif. Misalnya, perusahaan bisa mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan atau menciptakan produk yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

4. Mitigasi Risiko

Dengan terlibat dalam CSR, perusahaan bisa mengurangi risiko, baik itu risiko hukum, reputasi, maupun risiko operasional. Misalnya, perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan akan mengurangi kemungkinan terkena sanksi karena kerusakan lingkungan.

5. Penguatan Hubungan dengan Stakeholder

Stakeholder seperti karyawan, pelanggan, pemerintah, dan komunitas lokal akan lebih mendukung perusahaan yang menunjukkan tanggung jawab sosial. CSR membantu memperkuat hubungan ini dengan menciptakan hubungan yang lebih erat dan positif.

Pengaruh CSR di Era Society 5.0 dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

1. Integrasi Teknologi dalam CSR

Perusahaan dapat memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data untuk mengoptimalkan program CSR dan meningkatkan dampaknya pada masyarakat.

2. Pemberdayaan Individu dan Komunitas

CSR di era Society 5.0 bertujuan untuk memberdayakan individu dan komunitas agar dapat mengatasi tantangan sosial dan ekonomi. Dengan akses yang lebih besar ke data dan teknologi, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah bersama.

3. pengaruh terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR berpengaruh positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan. CSR yang efektif dapat berkontribusi sebesar 15,3% terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, CSR di era Society 5.0 dapat menjadi katalis untuk transformasi sosial yang lebih baik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Impelementasi CSR di Era Society 5.0

TEKNOLOGI DAN DIGITALISASI

1) IoT (Internet of Things): perangkat ini untuk mengumpulkan, mengirim, dan menerima informasi secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung.

Contoh perusahaan yang menggunakan IoT

PT Satu adalah perusahaan pengolahan kelapa sawit (PKS) yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara. Produk yang dihasilkan adalah VCO. Perusahaan ini menerapkan sistem IoT pada proses produksi, untuk memantau setiap parameter produksi.

Sensor pengukur suhu dipasang untuk menggantikan metode pengukuran manual yang sebelumnya dilakukan oleh operator. Data dari sensor tersebut lalu dikirimkan ke dashboard wibesite, sehingga dapat dilihat dan dianalisa dari mana saja.

2) AI (Artificial Intelligence): AI adalah simulasi kecerdasan manusia yang diterapkan ke dalam sistem komputer atau perangkat mesin lain.

Contoh perusahaan yang menggunakan AI

AI Care adalah aplikasi kesehatan berbasis AI yang menggunakan teknologi machine learning dan analisis data untuk memantau gejala kesehatan dan memberikan rekomendasi pengobatan yang tepat.

Tidak hanya itu, AI Care juga bisa memberikan rekomendasi pola makan yang sehat, jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi pasien, dan masih banyak lainnya.

Aplikasi ini sangat membantu industri medis, karena di dalam aplikasi ini dilengkapi dengan fitur riwayat medis pengguna sehingga dokter dapat mengetahui kondisi dan perkembangan kesehatan pengguna dengan lebih efektif.

3) Virtual/Augmented Reality: Meningkatkan pengalaman belajar dan interaksi dengan masyarakat.

Contoh perusahaan yang menggunakan VR/AR

Ikea juga mengembangkan teknologi AR yang memanjakan pelanggan dalam bentuk aplikasi bernama IKEA Place. IKEA Place dirancang untuk memudahkan para penyuka home and living dalam mendekor rumah.

Calon pembeli dapat melakukan simulasi penempatan produk-produk furnitur di berbagai sudut rumah. Serunya, semua bisa dilakukan dari rumah tanpa harus pergi ke toko.

Inovasi teknologi AR di industri ritel untuk produk furnitur ini sangat menarik dan memudahkan calon pembeli. Dengan aplikasi ini, kamu tak perlu lagi membawa meteran ke toko furnitur. Cukup pakai aplikasi buatan perusahaan ini, kamu dapatf dengan mudah membuat prediksi antara ukuran ruangan dan dimensi furnitur yang akan dibeli, mencocokkan padanan warna, atau style yang diinginkan. Masing-masing dilakukan lewat telepon genggammu, satu demi satu.

Partisipasi Masyarakat

Meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui kampanye media sosial dan program-partisipasi aktif dari masyarakat.

Dengan demikian, pedoman dalam pelaksanaan CSR di era masyarakat 5.0 melibatkan implementasi yang transparan, akuntabel, dan fokus pada keseimbangan sosial dan lingkungan, serta keterlibatan aktif dari semua pihak yang terlibat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Bisnis Islam di Era Digital dalam Membangun Kepercayaan pada Platform E-Commerce

KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Etika Bisnis Islam dalam Era Digital: Privasi, CSR, dan keberlanjutan di E-Commerce